Sabtu, 18 April 2026

Pose Nyeleneh di Tugu Peringatan Holocaust, Aksi Kekinian Anak Muda Ini Banjir Kecaman

Banyak orang-orang justru menggunakan tempat ini sebagai tempat untuk bernarsis ria dan melakukan pose nyeleneh yang dianggap kekinian

Editor: Amalia Husnul A
Boredpanda/Yolocaust- Shahak Shapira
Proyek seni Yolocaust milik seniman Isreal, Shahak Shapira 

TRIBUNKALTIM.CO - Shahak Shapira seorang seniman asal Israel baru-baru ini meluncurkan sebuah proyek seninya yang ia beri nama Yolocaust.

Karya ini berupa hasil editan foto-foto pengunjung yang berpose tidak sopan di tugu peringatan Holocaust di Berlin, Jerman.

"Selama beberapa tahun terakhir, saya melihat fenomena menarik pada tugu peringatan Holocaust di Berlin. Banyak orang-orang justru menggunakan tempat ini sebagai tempat untuk bernarsis ria dan melakukan pose nyeleneh yang dianggap kekinian.

Baca: Kapsul Waktu Milik Nazi yang Terkubur 80 Tahun Ditemukan, Isinya Sungguh Mengejutkan

Foto orang-orang narsis ini kemudian saya kombinasikan dengan beberapa foto pembantaian dari kamp-kamp pembantaian Nazi," tulis Shapira.

Shahak sendiri mengumpulkan foto-foto pose nyeleneh orang-orang yang mengunjungi tugu Holocaust di berbagai media sosial.

Mulai dari Facebook, Instagram, Tinder dan Grindr, kemudian ia mengombinasikan dengan foto-foto peninggalan sejarah yang mengerikan dari kamp konsentrasi.

Proyek seni Yolocaust milik seniman Isreal, Shahak Shapira. (Boredpanda/Yolocaust- Shahak Shapira)
Proyek seni Yolocaust milik seniman Isreal, Shahak Shapira. (Boredpanda/Yolocaust- Shahak Shapira)

Tak sekadar mengombinasikan foto, Shahak juga menyertakan caption beserta tagar atau hastag dan juga berapa banyak foto narsis tersebut disukai oleh netizen.

Terdapat banyak foto orang-orang yang ditampilkan mulai dari gaya selfie tersenyum, melakukan yoga, dan pose nyeleneh lainnya.

Foto hasil kombinasinya ini seolah memperlihatkan bagaimana orang-orang tersebut narsis di atas mayat-mayat orang Yahudi yang mati dibantai pada zaman Nazi.

Proyek seni Yolocaust milik seniman Isreal, Shahak Shapira. (Boredpanda/Yolocaust- Shahak Shapira)
Proyek seni Yolocaust milik seniman Isreal, Shahak Shapira. (Boredpanda/Yolocaust- Shahak Shapira)

Hasil karyanya sangat menyentuh dan membuat banyak orang terkejut betapa mirisnya melihat orang-orang yang narsis di tugu peringatan Holocaust.

"Terdapat sekitar 10.000 orang yang mengunjungi tugu peringatan untuk orang-orang Yahudi yang dibantai di Eropa ini setiap harinya. Seolah tidak mengerti sejarah banyak pengunjung justru mengambil gaya dengan pose konyol, seperti melompat bermain skate atau bersepeda pada 2711 struktur beton besar seluas 19.000 m²." ungkap Shahak.

Padahal tugu peringatan Holocaust ini dibangun dan memiliki arti dan peran yang kontoversial.

Proyek seni Yolocaust milik seniman Isreal, Shahak Shapira. (Boredpanda/Yolocaust- Shahak Shapira)
Proyek seni Yolocaust milik seniman Isreal, Shahak Shapira. (Boredpanda/Yolocaust- Shahak Shapira)

Bagi banyak orang, prasasti berwarna abu-abu ini melambangkan batu nisan untuk 6 juta orang Yahudi yang dibunuh dan dikubur di kuburan massal ataupun mereka yang dibakar hidup-hidup dalam kamp-kamp kematian.

Tak ayal, beberapa foto yang dimuat oleh laman boredpanda ini menuai kecaman oleh kalangan netizen. Sebagian besar mereka menyayangkan aksi pengunjung yang telah berpose nyeleneh tersebut.

"Saya hampir tak bisa berkomentar melihat foto-foto ini betapa terkejutnya saya," tulis akun Dancing ToMyself.

Proyek seni Yolocaust milik seniman Isreal, Shahak Shapira
Proyek seni Yolocaust milik seniman Isreal, Shahak Shapira. (Boredpanda/Yolocaust- Shahak Shapira

"Mereka berpose diatas kuburan kuburan, betapa bodohnya mereka?" ungkap akun Sherry Straus.

"Orang-orang bodoh dan wajah bodoh," komentar akun Mabel Cacere.

Proyek seni Yolocaust milik seniman Isreal, Shahak Shapira. (Boredpanda/Yolocaust- Shahak Shapira)
Proyek seni Yolocaust milik seniman Isreal, Shahak Shapira. (Boredpanda/Yolocaust- Shahak Shapira)

(Boredpanda/Ayuk Fitri Astuti)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved