Minggu, 12 April 2026

Masuk 16 Besar, Nilai Jokowi di Kejuaraan Panahan Melebihi Target

Presiden Jokowi dalam nomor yang dilombakan baru hari ini berhasil lolos 16 besar setelah menyisihkan 31 peserta.

Editor: Amalia Husnul A
Youtube
Presiden RI Jokowi beradu panahan dengan anak bungsunya Kaesang Pangarep. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Presiden Joko Widodo lolos 16 besar untuk nomor eksekutif nasional 20 meter dalam Bogor Open Archery Championship 2017.

Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017 berlangsung di Lapangan Wira Yudha Pusat Pendidikan Zeni, Kodiklat TNI AD, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/1/2017).

Presiden Jokowi dalam nomor yang dilombakan baru hari ini berhasil lolos 16 besar setelah menyisihkan 31 peserta. Tampak Presiden Jokowi mengenakan kaus kuning dan nomor dada 16.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengantongi skor 107 sehingga menembus 16 besar. Sementara saingannya, Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi dengan nomor dada 12 mendapat nilai 111.

Selama pertandingan Presiden Jokowi didampingi pelatih Rizal Barnadi dari Pajajaran Archery Club Kota Bogor yang juga Ketua Persatuan Panahan Indonesia Kota Bogor.

Baca: Kejuaraan Panahan, Presiden Jokowi Kenakan Pakaian Serba Hitan dan Nomor Dada 16

"Hasil hari ini melebihi dari target, sebelumnya Presiden menargetkan di bawah 100 ternyata presiden mendapat skor 107," kata Muhammad Rizal Barnadi, Pelatih Panahan Presiden Joko Widodo.

Rizal mengatakan, dari enam seri yang diikuti, setiap serinya Presiden memanah sebanyak enak anak panah. Total ada 36 anak panah, dan berhasil menyasar titik tengah dengan nilai sempurna.

"Presiden mampu menyasar dua kali target di titik tengah, satu kali mendapat nilai sempurna," katanya.

Dia mengatakan, Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017 terdiri atas tiga kelas yakni Recuve, Compound, dan ronde nasional standar bow. Presiden mengikuti kejuaraan ronde nasional standar bow kategori eksekutif.

Menurut Rizal, ada tim pelatih yang melatih Presiden memanah dimulai sejak 10 September 2016. Selama berlatih maupun berlomba, pelatih memberikan banyak masukan, dan mampu diserap dengan baik oleh Presiden.

Presiden Joko Widodo berlatih memanah di Pusdikzeni, Bogor, Sabtu (14/1/2017).
Presiden Joko Widodo berlatih memanah di Pusdikzeni, Bogor, Sabtu (14/1/2017). (BIRO PERS SETPRES)

"Kami berikan masukan, seperti posisi tangan dan kaki beliau kita koreksi, dan setelah diperbaiki, hasil tembakan memuaskan," kata Rizal.

Presiden memulai perlombaan sekitar pukul 10.51 WIB, diawali dengan tiga kali sesi uji coba. Pada saat uji coba, bidikan anak panah Presiden banyak menembus luar target. Namun, pada sesi pertama, Presiden mampu menyasar kertas target.

Presiden yang ditemui usai perlombaan menyebutkan kehadirannya ikut dalam kejuaraan sebagai penggembira, memberikan semangat para atlet untuk menekuni olahraga tersebut secara serius.

"Mendorong agar panahan ini betul-betul ditekuni dimulai dari anak-anak, kita tekuni agar menjadi atlet yang baik. Ngak mungkin kayak saya usia sudah 50 tahun, biar bagus dimulai dari usia dini," kata Presiden.

Baca: Bagaimana Presiden Jokowi jadi Atlet Panahan?

Presiden menyebutkan, sudah memulai latihan sekitar enam bulan, berlatih dua kali seminggu setiap Sabtu dan Minggu, sebelum panahan, beliau mengawali dengan berlari sejauh enam kilo meter.

"Olahraga bagus untuk merefresh, sebelum panahan saya lari dulu, dan hasil latihan memuaskan nilainya di atas 100," kata kata Presiden.

Skor presiden melampuai skor Menteri Pemuda Olah Raga Imam Nahrowi yang mencetak skor 100.

Sekda Kota Bogor Ade Syarip Hidayat mendapat skor 97 sedangkan Sekda Kabupaten Bogor, Adang Suptandar mencetak 250 angka. (Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo/Antara)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved