Stabilkan Harga, Seluruh PNS di Kabupaten Ini Diwajibkan Punya Kebun Cabai

"Kemarin sudah kita buka 25 hektare di Mangkupadi. Tahun ini kita tambah lagi 50 hektare," ujarnya.

Stabilkan Harga, Seluruh PNS di Kabupaten Ini Diwajibkan Punya Kebun Cabai
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Harga cabai yang diperdagangkan di Pasar Induk Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Senin (23/1/2017) belum normal. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Dooan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Walau momen Natal dan Tahun Baru sudah lama berlalu, harga cabai di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tanjung Selor, masih belum normal.

Seperti pantauan Tribun di Pasar Induk, Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Senin (23/1/2017) siang.

Harga cabai rawit di tingkat pengecer masih berkisar diangka Rp 85 ribu - Rp 90 ribu per kilogram-nya.

Padahal normalnya, cabai jenis ini biasa dijual di harga Rp 40 ribu - Rp 60 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan M Iqbal mengatakan, harga cabai memang sulit dikontrol karena Kabupaten Bulungan masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Selain itu, kata dia, kemungkinan besar cabai hasil produksi Kabupaten Bulungan justru beredar diluar daerah, sehingga menimbulkan kelangkaan.

Terlepas dari permasalahan yang ada, kata Iqbal, produksi lokal akan ditingkatkan.

Belum lama ini, sudah dibuka lahan cabai baru seluas 25 hektare di Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur.

"Kemarin sudah kita buka 25 hektare di Mangkupadi. Tahun ini kita tambah lagi 50 hektare," ujarnya.

Dan khusus untuk PNS yang ada di jajaran Pemkab Bulungan akan diwajibkan menanam cabai.

Dan saat ini, sudah ada sebanyak 2.000 bibit yang sudah disemai dan akan dibagi ke masing-masing PNS dalam waktu dekat ini.

"Kita harapkan semua PNS juga bisa ikut menanam cabai," ujarnya. (*)


Penulis: Doan E Pardede
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved