Hargai Cabai Tinggi, Wawali Masih Ragu Ada Kartel

Krisis cabai sebenarnya dapat diakhiri dan dihindari dilain waktu andaikata masyarakat mau menanam sendiri.

Hargai Cabai Tinggi, Wawali Masih Ragu Ada Kartel
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD AFRIDHO SEPTIAN
Nusyirwan Ismail 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Cabai yang dikonsumsi masyarakat Samarinda rata-rata didatangkan dari Pulau Sulawesi dan Jawa.

Namun sejak akhir tahun 2016 kemarin, lantaran dipengaruhi cuaca yang tidak bersahabat, pasokan cabai mulai berkurang. Hal inilah yang akhirnya membuat harga cabai kembali meroket.

Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan Ismail ketika diwawancarai menjelaskan, tidak seperti di Balikpapan, hingga kini dirinya belum melihat adanya permainan kartel bahan pangan yang bermain dan menyebabkan harga bahan pangan meningkat.

"Kalau dampak kartel dan lain-lain tidak terlihat di Samarinda. Tapi kalau di daerah lain dicurigai ke arah itu saya pikir bagus lah untuk ditangani, supaya masalah cabai ini tidak diperparah oleh situasi kartel. Karena memang orang Indonesia ini tidak bisa lepas dari cabai, katanya tidak bisa makan kalau tidak ada sambel," ujar Nusyirwan sambil berseloroh.

Baca: Harga Cabai Tetap Tinggi, KPPU Curigai Ada Persekongkolan

Baca: Tekan Inflasi, Wawali Nusyirwan Imbau Masyarakat Tanam Cabai

Namun terlepas dari itu, ia menjelaskan bahwa krisis cabai sebenarnya dapat diakhiri dan dihindari dilain waktu andaikata masyarakat mau menanam sendiri tanaman cabai di rumah.

Dengan metode ini, maka paling tidak masyarakat dapat mengurangi ketergantungannya akan cabai yang disediakan pasar.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya Samarinda, untuk memulai gerakan serentak menanam tanaman pangan terutama cabai.

Hal ini tentunya dapat menghindarkan masyarakat dari meningkatnya harga pangan di waktu-waktu tertentu terutama seperti bulan Ramadhan dimana konsumsi bahan pangan melonjak drastis. (*)

Penulis: Muhammad Afridho Septian
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved