Hasil Memuaskan, Pertanian Organik Dianggap Cocok Diterapkan di Bulungan
Keberhasilan panen padi organik kali ini, menurutnya bisa ditiru dan menjadi motivasi bagi masyarakat.
Penulis: Doan E Pardede |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Padi organik yang ditanam di lahan seluas 10 hektare di Kelurahan Tanjung Palas Tengah, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kaltara, akhirnya mulai dipanen, Kamis (26/1/2017).
Sejak awal penanaman hingga panen, lahan pertanian ini sama sekali tidak menggunakan bahan-bahan kimia.
Untuk pupuk, seluruhnya menggunakan bahan-bahan alami khususnya kotoran sapi.
Dan hasilnya cukup memuaskan. Jika penanaman padi di lahan biasa dan menggunakan bahan kimia hanya menghasilkan sekitar 5 ton per hektare, maka dengan sistem organik ini bisa menghasilkan hingga 8 ton per hektare.
Untuk lama tanam padi sendiri hampir sama dengan sistem pertanian biasa yakni sekitar 3 bulan.
Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala mengatakan, penanaman panen organik ini merupakan hasil dari nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Bulungan, Kodim 0903/TSR, dan BI Perwakilan Kaltim pada Oktober 2016 lalu.
Penanaman perdana dilakukan di Tanjung Palas dan Tengah dan Tanjung Selor.
Dia berharap, apa yang sudah dilakukan ini bisa dikembangkan di titik-titik lain yang memungkinkan di Kabupaten Bulungan.
"Saya berharap, panen ini tidak terjadi sekali saja," ujar Ingkong.
Keberhasilan panen padi organik kali ini, menurutnya bisa ditiru dan menjadi motivasi bagi masyarakat.
Kabupaten Bulungan, kata Ingkong, masih sangat potensial untuk ditanami berbagai komoditas sub sektor tanaman pangan dan holtikultura seperti padi, jagung, dan buah-buahan. Dan di sub sektor perkebunan seperti karet, kelapa sawit, dan lada.
Dalam rangka mencapai peningkatan ketersediaan pangan di Kabupaten Bulungan, upaya-upaya strategis seperti gerakan tanam padi organik menurutnya bisa dilakukan.
Dia juga meminta agar petani dapat menjalin kerjasama dengan mitra usaha bidang pertanian, secara saling menguntungkan. Sehingga masalah pengadaaan sarana pertanian dan pemasaran yang kerap menghadang bisa teratasi.
Selain itu, para penyuluh pertanian lapangan (PPL) juga harus terus meningkatkan pembinaan dan bimbingan kepada petani.
"Sehingga petani akan terbantu dalam menerapkan teknologi tepat guna dalam meningkatkan produksi," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/panen-padi-organik_20170126_231106.jpg)