Perayaan Imlek

Lo A Pu, Inilah Kisah Leluhur Keluarga Etnis Tionghoa di Samarinda

Masuknya Lo A Pu, membuka kesempatan etnis-etnis yang berasal dari Tionghoa ikut bekerja pada Lo A Pu.

Lo A Pu, Inilah Kisah Leluhur Keluarga Etnis Tionghoa di Samarinda
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Keluarga etnis Tionghoa sembahyang di Klenteng Thien Ie Kong, Samarinda, Jumat malam (27/1/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Melacak awal masuknya leluhur Tionghoa di Kota Samarinda diakui beberapa kalangan Tionghoa sudah cukup sulit.

Pasalnya, generasi saat ini, merupakan generasi ketiga dan keempat sejak masuknya etnis Tionghoa di Samarinda.

Informasi terkait etnis Tionghoa yang mulai membuat ramai Samarinda diakui berasal dari leluhur mereka yang bernama Lo A Pu.

"Awal masuk Lo A Pu sekitar akhir periode 1800-an hingga sekitar 1920. Saat itu, ia merupakan kalangan buruh yang masuk ke Samarinda, mencari penghidupan lebih baik. Kawasan dekat Klenteng Thien Ie Kong (Tempekong), menjadi tempat tinggal awal dari Lo A Pu tersebut. Ini karena daerah ini awalnya menjadi tempat bersandar kapal atau disebut daerah pelabuhan," kata Dharmadi, Sekretaris Pembina Yayasan Dharma Bhakti.

Datangnya Lo A Pu diikuti etnis-etnis Tionghoa yang lain. Usaha perkayuan menjadi salah satu yang digeluti saat itu.

Masuknya Lo A Pu, membuka kesempatan etnis-etnis yang berasal dari Tionghoa ikut bekerja pada Lo A Pu.

Baca: Hari Raya Imlek, Pasutri Ini Percayai Khasiat Memberi Angpau

Baca: Semarak Malam Tahun Baru Imlek di Hotel, Dewa Rezeki Chai Sen Bagi-bagi Angpau

Baca: Rayakan Imlek, Ribuan Botol Minyak Goreng Diborong Jemaat

Ini terus berlanjut, hingga mereka yang awalnya bekerja dengan Lo A Pu, kemudian mulai memilih untuk bekerja sendiri. Entah untuk bekerja jualan kelontongan, ataupun membuka warung-warung kecil.

Datangnya Lo A Pu, serta banyaknya etnis Tionghoa yang mulai bermukim di daerah dekat klenteng Thien Ie Kong inilah yang dipercayai menjadi alasan berdirinya klenteng Thien Ie Kong tersebut. Klenteng Thien Ie Kong ini juga berdiri tak jauh dari kedatangan Lo A Pu yaki sekitar 1905, atau sekitar 112 tahun lalu tersebut.

"Sudah menjadi kebiasaan dan aturan etnis Tionghoa, jika bermukim, untuk mendirikan tempat ibadah. Cerita dari para orang tua, klenteng Thien Ie Kong inilah yang menjadi sejarah datangnya masyarakat Tionghoa di Samarinda," kata Hokiman Agus, tokoh senior Tionghoa di Samarinda.

Kedatangan Lo A Pu juga disebut dikarenakan kedekatannya dengan Sultan Kukar. Bahkan, informasi dari etnis Tionghoa menyebut, Lo A Pu mendapat konsesi batu bara di daerah Loa Kulu.

Halaman
12
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved