Bangun Masyarakat di Kukar, SKK Migas -TEPI Gelontorkan Beasiswa dan Bantuan Produksi

Program ini sendiri bersifat partisipatif dimana masyarakat harus mengajukan sendiri proposal yang harus diseleksi oleh panitia.

Bangun Masyarakat di Kukar, SKK Migas -TEPI Gelontorkan Beasiswa dan Bantuan Produksi
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD AFRIDHO
Rifkiandi Darajatun, Kepala Departemen CSR Total E&P Indonesie (TEPI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rifkiandi Darajatun, Kepala Departemen CSR Total E&P Indonesie (TEPI) menjelaskan bahwa pada hari Kamis (2/2/2017) ini SKK Migas dan Total E&P Indonesie mengadakan acara serah terima Program Bantuan Pendidikan dan penyerahan penghargaan pemenang Kompetisi Kewirausahaan di Hotel Aston Samarinda.

Kegiatan ini merupakan program tanggung jawab sosial dari SKK Migas dan Total E&P Indonesie.

"Kita menyerahkan beasiswa untuk 45 mahasiswa-mahasiswi Kaltim dari lima kecamatan seperti Samboja, Muara Jawa, Sanga-Sanga, Muara Badak, dan Anggana plus Balikpapan dan Samarinda. Itu besarannya berbeda-beda dan langsung kita berikan biaya SPP-nya untuk dua semester ke depan ke universitas terkait. Beasiswa ini memang diprioritaskan bagi mereka yang berkuliah di bidang kesehatan, mulai dari keperawatan, kesehatan masyarakat, atau kebidanan karena itu merupakan bidang-bidang yang sangat diperlukan di kabupaten Kukar," ujarnya ketika berdialog dengan Tribun Kaltim.

Terkait dengan kompetisi kewirausahaan, SKK Migas dan Total E E&P Indonesie melihat bahwa perekonomian masih menjadi isu utama di masyarakat, terutama masalah ketenagakerjaan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka pihaknya mencoba memotivasi masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk berinisiatif memulai usaha sendiri dengan memberikan insentif produksi.

Baca: Terima Bantuan Pendidikan, Merina Tak Khawatir Biaya Kuliah

Program ini sendiri bersifat partisipatif dimana masyarakat harus mengajukan sendiri proposal yang harus diseleksi oleh panitia. Besaran dana pembinaan yang digelontorkan beragam, tergantung dari proposal yang masuk.

Namun para penerima dana tidak diberikan bantuan dalam bentuk uang melainkan barang yang menunjang usaha masing-masing.

"Hal ini sejalan dengan program Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim, khususnya di bidang UMKM. Jadi dari penelitian kami membuktikan bahwa perekonomian masyarakat harus dibangun melalui pendidikan dan kewirausahaan," sebutnya.

Setelah mendapat bantuan tersebut, pihak penyelenggara juga melakukan pendampingan kepada 23 usaha-usaha tersebut selama beberapa bulan.

Tak hanya itu, sejak tahun lalu pihak SKK Migas dan Total E&P Indonesia juga mengundang beberapa pembicara untuk memotivasi para pelaku UMKM.

"Diharapkan nanti para pemenang ini bisa berhasil dan menjadi model bagi masyarakat lain," tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Afridho Septian
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved