Darurat Narkoba

Gannas Annar MUI Jadi Tambahan Tenaga BNN Berantas Narkoba di Kaltim

Hadirnya Gannas Annar MUI Kaltim tentunya memberikan efek positif dalam pemberantasan narkoba di bumi etam (sebutan Kaltim).

Gannas Annar MUI Jadi Tambahan Tenaga BNN Berantas Narkoba di Kaltim
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Ketua MUI Pusat KH Maruf Amin menandatangani pernyataan deklarasi Gerakan Masyarakat Anti Narkoba Berbasis Ummat dilanjutkan oleh seluruh unsur Muspida Kaltim yang hadir di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (4/2/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Turut sertanya para alim ulama dalam upaya melawan narkoba dijadikan spirit bagi BNN Provinsi Kalimantan Timur.

Hadirnya Gannas Annar MUI Kaltim tentunya memberikan efek positif dalam pemberantasan narkoba di bumi etam alias Kaltim.

Mengingat Kaltim saat ini menduduki posisi 3 besar daerah dengan penyalahgunaan narkoba terbanyak di Indonesia.

Kaltim berada di peringkat ketiga di bawah Jakarta dan Sumatera Utara.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Drs Sufyan Syarif, MH melalui Kepala BNN Balikpapan AKBP Halomoan Tampubolon, Sabtu (4/2/2017).

"MUI menyatakan mengajak komponen masyarakat termasuk jajaran tokoh agama, para alim ulama menyatakan perang terhadap bahaya narkoba. Bahkan dikatakan berjihad melawan narkoba," ujar Tampubolon kepada Tribunkaltim.co.

Baca: Bersiaplah! MUI Siap Berjihad Melawan Narkoba

Baca: Besok BNN dan MUI Gelar Deklarasi Anti Narkoba di Kota Minyak

Penyalahgunaan narkotika di Kaltim termasuk mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Oleh karenanya diperlukan sinergitas dari lembaga maupun masyarakat menuntaskan masalah ini.

Saat ditanya sejauhmana keterlibatan Gannas Annar bersama BNN kedepan. Tampu sapaan akrabnya menjelaskan sesuai UUD Nomor 35 Tahun 2009 pasal 58 mengatakan masyarakat diberikan kewenangan untuk melakukan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

"Siapa saja boleh melakukan hal itu, prinsipnya menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba. MUI adalah bagian masyarakat. Alim ulama, ustad, kiai saat ini sudah terpanggil. Kami imbau komponen masyarakat lainnya, mari kita bersama-sama melawan narkoba," ungkapnya.

Ia menekankan, kedepan penindakan yang dilakukan harus koordinatif. Tidak ada melakukan upaya sendiri-sendiri.

"Selalu upayakan koordinatif baik itu dengan TNI, Polri maupun masyarakat. Informasi yang dikumpulkan silakan Diberikan kepada kepolisian dan BNN untuk dilakukan penindakan secara bersama-sama," harapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved