Harga Cabai Lebih 'Pedas', Kini Rp 140 ribu perkilogram

Akibat dari kenaikan drastis harga cabai tersebut, pembeli maupun pedagang mengeluh. Pembeli mengeluh karena dengan harga yang terus naik, uang belanj

Harga Cabai Lebih 'Pedas', Kini Rp 140 ribu perkilogram
tribunkaltim.co/muhammad arfan
Lapak penjualan cabai milik pedagang di pasar Induk Bulungan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (11/1/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO - Harga cabai di Kabupaten Jombang semakin menggila dan seolah tidak terkendali. Setelah bertahan sekitar dua minggu pada harga Rp 100.000 per kilogram, kini naik signifikan menjadi Rp 140.000 per kilogram. Penyebabnya, pasokan tersendat dipicu serangan hama.

Akibat dari kenaikan drastis harga cabai tersebut, pembeli maupun pedagang mengeluh. Pembeli mengeluh karena dengan harga yang terus naik, uang belanja harus lebih dihemat dengan menurunkan jumlah pembelian.

Sedangkan pedagang, mengeluh karena omzet menurun drastis akibat daya beli menurun.

Harga Rp 140.000 per kilogram tersebut untuk cabai rawit merah. Di antaranya itu terjadi di Pasar Blimbing Kecamatan Gudo. Sedangkan cabai rawit hijau lebih murah, Rp 80.000 per kilogram.

“Paling murah harga cabai merah besar, Rp 40.000 per kilogram,” kata Sunarsih, salah satu pedagang di Pasar Blimbing, kepada surya.co.id, Rabu (8/2/2017).

Menurutnya, kenaikan harga yang berlangsung setelah dua pekan bertahan pada harga Rp 100.000 per kilogram ini dikarenakan pasokan yang tidak lancar.

“Pasokan cabai yang tidak lancar itu sendiri diakibatkan panen cabai yang menurun. Sedangkan panen cabai turun karena serangan hama,” kata Sunarsih berteori.

Tingginya harga cabai membuat omzetnya menurun, karena pembeli menurunkan volume pembeliannya hingga 50 persen.

“Biasanya saya sehari bisa jual sekitar 8 kg cabai rawit merah. Tapi sekarang 3,5 kilogram saja sudah bagus. Sebab pelanggan mengurangi pembeliannya. Yang biasa beli 1 kilogram, sekarang beli 0,5 kilogram,” ungkapnya.

Penurunan daya beli konsumen kian parah karena dibarengi naiknya harga sayur-mayur dan bumbu dapur yang lain. Seperti bawang merah dari Rp 22.000 per kilogram menjadi Rp 25.000 per kilogram.

Kemudian bawang putih dari Rp 30.000 menjadi Rp 32.000 per kilogram, wortel dari Rp 6.000 per kilogram menjadi Rp 8.000 per kilogram, kubis dari Rp 7.000 menjadi 8.000 per kilogram dan tomat dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000 per kilogram.

Ismawati, ibu rumah tangga asal Desa Plumbon Gambang mengaku dirinya harus mengurangi jumlah atau kuantitas sayur-mayur yang dibelinya.

"Saya harus lebih mengirit. Terutama untuk cabai, saya sengaja kurangi jumlah pembelian. Untung anak-anak dan suami memahami dan tidak banyak protes atas kurang pedasnya masakan," kata Ismawati.

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved