Sidang Disiplin Jatuhkan Sanksi Terberat, Perwira Jaga Terpaksa Tunda Sekolah dan Pangkat

Tak berhenti di Patsus, ke 13 anggota Polisi terdiri dari 6 perwira dan 7 bintara tersebut mendapat pengawasan selama 6 bulan.

Sidang Disiplin Jatuhkan Sanksi Terberat, Perwira Jaga Terpaksa Tunda Sekolah dan Pangkat
TRIBUN KALTIM/ARIDJWANA
Wakapolres Balikpapan, Kompol Yolanda E Sebayang saat diwawancarai Tribunkaltim.co di Mapolres, Senin (13/2/2017) sekitar 15.00 Wita. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sanksi disiplin internal Polri dijatuhkan, Sabtu (11/2/2017) lalu.

Tak tanggung-tanggung sanksi disiplin terberat diberikan kepada 13 anggota Polri yang bertugas jaga, Kamis (26/1/2017) silam.

"Hukumannya Patsus (penempatan khusus). Bervariasi ada yang 7 hari, 14 hari hingga 21 hari, tergantung tingkat kesalahan. Patsus 21 hari masuk kategor hukan berat," ujar Wakapolres Kompol Yolanda E Sebayang kepada Tribunkaltim.co, Senin (13/2/2017) sekitar 15.00 Wita.

Penempatan dalam tempat khusus (patsus) merupakan salah satu jenis hukuman disiplin yang dijatuhkan kepada polisi yang telah melakukan pelanggaran disiplin dengan menempatkan terhukum dalam tempat khusus.

"Hukaman Patsus dimulai dari 15 Februari hingga 8 Maret mendatang," jelasnya.

Tak berhenti di Patsus, ke 13 anggota Polisi terdiri dari 6 perwira dan 7 bintara tersebut mendapat pengawasan selama 6 bulan.

Mereka tidak bisa mengajukan pendidikan, hingga penundaan kenaikan pangkat. "Ya, gak bisa sekolah. Sama tunda pangkat," katanya.

Seperti Kasat Tahti, Kasat Sabhara, Pawas pada malam itu, KSPK malam itu. Prinsipnya regu C SPK pada saat itu melakukan kelalaian dalam bertugas," tutur Yolanda.

Menurutnya, hukuman disiplin yang dijatuhkan oleh atasan yang berhak menghukum (ankum) kepada anggota polisi sudah sesuai. Selama 7 jam Sidang Disiplin digelar di Mapolres, Sabtu Kemarin.

Saat ditanya misteri gergaji yang dipakai tahanan kabur tersebut. Yolanda mengatakan penyidik dalam hal ini jajaran Reskrim masih melakukan penyelidikan.

"Kalau itu kan larinya ke pidana. Jadi sudah ditangani rekan-rekan reskrim," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved