Dugaan Penodaan Agama

Polisi Akhirnya Tetapkan Dokter Kasus Penodaan Agama di Kota Ini sebagai Tersangka

Dalam tautannya ia mengatakan ibadah haji tak harus lagi ke Mekkah, cukup di Jakarta saja.

Polisi Akhirnya Tetapkan Dokter Kasus Penodaan Agama di Kota Ini sebagai Tersangka
tribunkaltim.co/muhammad fachri ramadhan
OR (40) saat diwawancar Tribukaltim.co di Mapolres Balikpapan usai dimintai klarifikasi pihak kepolisian, Jumat (6/1/2017) sekitar 11.30 Wita. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Akhirnya oknum dokter yang diduga melakukan perbuatan penodaan agama, OR (40) resmi menyandang status tersangka.

Selasa (14/2/2017), OR dibawa polisi ke Mapolres Balikpapan untuk melakukan BAP ulang.

"Jika dilihat dari BAP dan keterangan saksi ahli yang dia lakukan bukan penistaan melainkan penodaan agama," kata Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta melalui Paur Subbag Humas Iptu D Suharto.

Lanjut Suharto, tersangka OR (40) menulis pernyataan di salah satu akun media sosial miliknya yang berisi tentang asumsi bahwa naik haji tidak perlu ke Mekkah, cukup di Jakarta saja.

Polisi amat berhati-hati mengusut kasus penodaan agama tersebut.

Dari tahap penyelidikan ke proses penyidikan, hingga melewati gelar perkara sebanyak 2 kali dibantu reserse Polda Kaltim, sebelum menetapkan OR (40) sebagai tersangka.

Beberapa ahli diminta polisi untuk memberikan telaahan kasus tersebut.

Mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan, Departemen Agama, hingga harus terbang ke Surabaya menemui ahli bahasa Universitas Airlangga.

"Kami lakukan penelitian dan kajian telepon selular, laptop beserta dokumen yang ia upload di sosmed miliknya. Hasilnya cukup kuat, dan berani kami tetapkan sebagai tersangka," kata Suharto.

Kendati ditetapkan sebagai tersangka, tidak dilakukan penahanan kepada OR (40).

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved