Selasa, 14 April 2026

PNS dan PTT di Instansi Perizinan Pemprov Wajib Bercakap Bahasa Inggris, Tiap Sore Mereka Dilatih

Kewajiban seluruh PNS dan PTT di lingkungan kerja DPM PTSP Kalimantan Utara bukan tanpa alasan.

TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Dian M Johan Johor Mulyadi, Kepala DPM PTSP Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Sedikitnya 25 Pegawai Negeri Sipil dan 29 pegawai tidak tetap alias pegawai kontrak di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kalimantan Utara setiap hari kerja diikutikan latihan cara bercakap Bahasa Inggris.

Kepala DPM PTSP Kalimantan Utara Dian Muhammad Johan Johor Mulyadi mengemukakan, latihan conversation atau percakapan sengaja diberikan kepada staf untuk melatih kepercayaan diri berbahasa Inggris.

"Kami tidak bedakan apakah dia staf (PNS) atau PTT semua wajib berbahsa Inggris. Minimal menguasai percakapan. Kami ajarkan conversation untuk membangkitkan kepercayaan diri mereka berbahasa Inggris dan bisa mengucapkan dengan benar," sebut Johan saat disua Tribun, Kamis (16/2/2017) pukul 14.20 Wita.

Kewajiban seluruh PNS dan PTT di lingkungan kerja DPM PTSP Kalimantan Utara bukan tanpa alasan. Kata Johan, mereka akan banyak bersinggungan dengan investor.

"Minimal kalau ada telepon PMA (Penanam Modal Asing), dia paham bahwa PMA ini menanyakan soal ini. Jangan sampai tidak mampu menjawab," ujarnya.

Latihan percakapan ini sudah dimulai sejak awal Februari kemarin dan mendapat sambutan antusias kalangan PNS dan PTT yang ikut.

Latihan dilaksanakan selepas jam kepulangan kantor atau pukul 16.00 Wita sampai pukup 16.30 wita.

"Cukup setengah jam. Empat kali dalam seminggu. Mereka latihan di ruang rapat kantor. Gurunya sudah standby ketika sudah jam pulang kantor," ujarnya.

Pegawai DPM PTSP Kalimantan Utara sebut Johan mengemban tugas sebagai sales man provinsi.

"Saya tekankan, saya bangkitkan semangat mereka bahwa mereka ini adalah sales man Kaltara. Karena DPM PTSP itu adalah sales men dari Kaltara. Dan Kaltara adalah provinsi khusus, makanya dapat perhatian khusus dari Presiden. Karena khusus, PTSP-nya juga khusus," ujarnya.

Rencananya ke depan, ada staf yang dikhususkan menguasai bahasa-bahasa asing lain seperti bahasa Rusia, Bahasa Tiongkok, Bahasa Jerman, dan Bahasa Jepang.

"Kita tidak tahu dari daerah mana yang masuk ke Kaltara. Dan Kaltara sedang berusaha menarik investor," ujarnya.

PNS dan PTT yang mengikuti latihan penguasaan percakapan Bahasa Inggris tidak dibebani biaya alias gratis.

"Yang nanggung Kadisnya," sebut Johan, yang juga mantan Konsul RI di Tawau ini. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved