Kalau SPBU Baru tak Buka 24 Jam, Pengetap BBM Diyakini Bakal Semakin Menjamur

"Kalau bisa 24 jam. Jadi kalau sewaktu-waktu masyarakat membutuhkan, BBM ada."

Kalau SPBU Baru tak Buka 24 Jam, Pengetap BBM Diyakini Bakal Semakin Menjamur
tribunkaltim.co/doan e pardede
Beberapa kendaraan mulai mengisi BBM di SPBU Jalan Sengkawit, yang baru beroperasi, Rabu (22/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Mulai beroperasinya SPBU di Jalan Sengkawit, yang merupakan SPBU kedua di Ibu Kota Provinsi Kaltara, Tanjung Selor, diharapkan bisa mengurangi carut-marut distribusi BBM yang ada selama ini.

Pantauan Tribunkaltim.co, Rabu (22/2/2017) siang, beberapa kendaraan sudah mulai mengisi BBM di SPBU baru ini.

Hanya saja, situasi masih terbilang lengang dan tak ada antrean panjang seperti yang biasa terjadi di SPBU Jalan Katamso.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bulungan, Masnur Anwar, mengatakan, beroperasinya SPBU baru ini juga diharapkan bisa mengurangi jumlah pengetap yang kerap membuat stok BBM lebih cepat habis.

Menurutnya, tumbuh suburnya pengetap BBM selama ini, dikarenakan masyarakat memang kesulitan mendapatkan pasokan BBM, khususnya di malam hari.

Baca: SPBU Baru Mulai Beroperasi, Pejabat Terkait tak Jamin Jumlah Pengetap BBM Menurun

Selama ini, selain harus mengantre panjang, SPBU yang ada juga kerap tutup lebih cepat karena stok BBM sudah habis. Mau tak mau, warga terpaksa menggunakan BBM yang dijual eceran dari para pengetap.

Hanya saja, BBM dijual dengan harga yang jauh dari harga resmi yang sudah ditetapkan.

Untuk mengatasi masalah ini, SPBU baru menurutnya harus bisa beroperasi selama 24 jam dan stok BBM juga harus selalu tersedia.

Jika tidak kata dia, bukannya mengurangi, keberadaan SPBU ini justru akan membuat pengetap semakin bertambah subur karena lebih mudah mendapatkan pasokan BBM.

Baca: Nelayan Sebatik Dapat 100 Konverter BBM ke BBG

"Kalau bisa 24 jam. Jadi kalau sewaktu-waktu masyarakat membutuhkan, BBM ada. Kalau sama dengan SPBU lama, buka sampai jam 5 sore, ya masyarakat juga pasti tetap memakai BBM eceran.

Kan selama ini masyarakat membeli di jalan karena memang nggak ada BBM," ujarnya.

Di lain sisi kata dia, keberadaan penjual bensin eceran juga tak sepenuhnya dilarang. Bahkan menurutnya, Pemkab Bulungan sudah memberikan ruang untuk beroperasi.

Hanya saja, penjual-penjual eceran ini harus terorganisir dengan baik dan memiliki legalitas sebagai pengecer. Namun kenyataannya, para pengecer yang ada saat ini lebih memilih beroperasinya seadanya.

"Jadi terorganisir, bukan menjual seenaknya, harga juga seenaknya. Harga harusnya sesuai yang ditetapkan oleh organisasi yang menaungi mereka," katanya. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved