Pembunuhan
Warga Benarkan Mayat Lasiem dari Baju Merah yang Dipakai Sehari-hari saat Belanja ke Warung
Menurut dia, baju merah dengan model you can see biasa dipakai Lasiem sehari‑hari mirip dengan korban tewas tersebut.
Penulis: Budi Susilo |
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Menjelang malam, Kamis (23/2/2017) sekitar pukul 20.30 Wita, Tribun menyambangi kediaman Tiro, warga RT 31 yang berada tak jauh rumah Mulyadi, korban tewas bersama dan anaknya, Rabu (22/2/2017) kemarin.
Kepada Tribun, Trio mengaku mengenal pakaian sosok jenazah wanita yang teridentifikasi bernama Sri Handayani, warga Gang Merpati, Muara Rapak yang ditemukan di Buluminung, Penajam Paser Utara.
"Iya benar. Ini baju yang pernah dipakai sama Lasiem -- panggilan warga terhadap sosok Sri Handayani," ungkapnya saat ditunjukkan foto korban wanita yang berada di semak‑belukar.
Menurut dia, baju merah dengan model you can see biasa dipakai Lasiem sehari‑hari mirip dengan korban tewas tersebut.
"Bajunya biasa dipakai kalau buat belanja membeli sayur di depan rumahnya," ungkapnya.
Terkait foto yang berada di Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang bertuliskan Lasiem asal Jawa Tengah juga membenarkan bila wajah fotonya merupakan sosok Lasiem.
Baca: Dikabarkan Menghilang Ternyata Istri Muda Juragan Angkot Ditemukan Tewas di Buluminung
Baca: Juragan Angkot dan Putranya Tewas, Istri Muda Menghilang
Baca: Juragan Angkot yang Ditemukan Tewas Itu Pernah Bilang Rumah Bakal Hancur tak Dirawat Istri Mudanya
Sebelum ditemukannya jenazah Mulyadi dan anaknya, Tiro tidak mencurigai adanya kejanggalan dalam rumah. Waktu itu, kondisi rumah dalam kondisi gelap.
"Rumah keadaan gelap. Seingat saya Senin malam. Saya tidak ada curiga. Saya mengira Pak Mulyadi sedang di rumah sakit, lagi berobat," tuturnya.
Beberapa hari kemudian, Tiro beserta warga sekitar digegerkan dengan ditemukannya Mulyadi tewas bersama anaknya Putera Susilo di rumahnya.
Sewaktu tinggal bersama Mulyadi di Gang Merpati RT 31, Muara Rapak, Lasiem dikenal warga sebagai sosok yang tidak akrab dengan tetangga. "Tidak pernah kumpul sama tetangga, kurang dekat," tutur Tiro.
Tiro dan tetangga sekitar lainnya tidak tahu akan silsilah kehidupan Lasiem, baik itu temannya atau saudaranya.
Berbeda halnya dengan istri Mulyadi lainnya yang bernama Sri Hartini. Saat masih tinggal bersama Mulyadi akrab dengan tetangga.
"Kalau yang Sri sering ngobrol sama tetangga," ungkap Tiro yang telah menetap di Gang Merpati sejak 1980‑an.
Dia mengenal Sri saat baru datang bersama Mulyadi, menetap di Gang Merpati sekitar 1990‑an. "Beli rumah kayu langsung dibangun beton. Direnovasi," tuturnya.
Saat itu, Tiro tidak pernah mendengar ada keributan dalam rumah tangga antara Sri dengan Mulyadi. Tetapi berjalan sekitar lima tahun, Sri pulang ke Jawa.
"Sri pulang ke Jawa. Tetangga tahunya pisah saja. Tidak tahu kalau bercerai. Kemudian lama‑lama datang Lasiem yang jadi istri baru," ujarnya.
Saat itu, Mulyadi yang beristri Lasiem selalu bertengkar tidak pernah akur. Tiro sering mendengar keributan adu mulut di kediamannya Mulyadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jasad-lasiem-istri-juragan-angkot-2_20170224_100757.jpg)