Aturan Impor Bebas, Cabai Kering Tiongkok Mulai Beredar di Sejumlah Pasar

Sayangnya, di tengah penantian masyarakat terhadap penurunan harga cabai, kontroversi baru justru muncul.

Aturan Impor Bebas, Cabai Kering Tiongkok Mulai Beredar di Sejumlah Pasar
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Warga sedang memilih cabai di Pasar Modern Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan. Kamis (5/1/2017). Hargai cabai melonjak drastis pasca-tahun baru. Di sejumlah daerah, harga cabai meroket dari puluhan ribu menjadi Rp 200-an ribu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Harga cabai yang terus melambung menimbulkan keresahan baik bagi masyarakat mapupun pedagang.

Sayangnya, di tengah penantian masyarakat terhadap penurunan harga cabai, kontroversi baru justru muncul.

Belakangan ini, marak beredar cabai kering impor dari China di sejumlah kota di Jawa Timur, seperti di Blitar, Tulungagung, dan Mojokerto.

Sementara berdasarkan pengamatan KONTAN, cabai kering merah asal China juga mulai beredar di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.

(Baca juga: Foto Bayangan Misterius Saat Jokowi Jamu Perwakilan Madame Tussaud Bikin Heboh )

"Saya dapat info cabai kering impor ini dari sesama pedagang. Biasanya impor banyak yang dari China. Mereka ambil di Pasar Induk Kramat Jati," ujar Ari, pedagang di Pasar Jatinegara, Jumat (24/2/2017).

Ia mengatakan cabai merah kering tersebut dijual per ons dalam kemasan plastik kecil dengan harga Rp 7.000 per ons.

Mekanisme Impor Cabai

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengklaim sudah mengetahui soal beredarnya cabai kering impor ini di pasar.

Menurut Oke, selama ini Kemendag tidak mengeluarkan izin impor untuk cabai kering karena mekanisme impor cabai kering diatur bebas dan siapa pun bisa mendatangkan cabai ini ke Indonesia. (Elisabeth Adventa/Kontan)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved