Penukaran Valas tak Berizin, Bank Indonesia Beri Waktu Sampai April untuk Ajukan Izin

Suharman menambahkan, setelah masa transisi berakhir BI tak akan mentolerir praktik penukaran valuta asing (valas) tanpa izin.

Penukaran Valas tak Berizin, Bank Indonesia Beri Waktu Sampai April untuk Ajukan Izin
tribunkaltim.co/amanda liony
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan menggelar konferensi pers terkait imbauan masalah perizinan KUPVA BB, Senin (27/2/2017). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Amanda Liony

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bank Indonesia melalui kantor perwakilannya di Balikpapan, mengimbau agar pelaku Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) tak berizin untuk segera melakukan izin ke bank sentral tersebut.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.18/20/PBI/2016 tentang kegiatan usaha KUPVA BB, yang dimaksudkan untuk mendukung industri KUPVA BB yang lebih sehat dan mencegah dimanfaatkannya KUPVA BB untuk kegiatan pencucian uang, dugaan pendanaan terorisme, judi online, dan kejahatan lainnya.

Baca: Soal DP Rumah Nol Persen, Begini Tanggapan Bank Indonesia

"Dalam PBI tersebut, BI memberikan waktu atau masa transisi sampai dengan 7 April 2017, pada pihak-pihak yang selama ini melakukan kegiatan penukaran uang tanpa izin BI, agar segera mengajukan perizinan," ungkap Suharman Tabrani, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan, Senin (27/2/2017).

Suharman menambahkan, setelah masa transisi berakhir BI tak akan mentolerir praktik penukaran valuta asing (valas) tanpa izin.

Bahkan bank sentral kini telah berkoordinasi dengan tiga lembaga terkait yaitu PPATK, BNN, dan kepolisian.

Koordinasi antar empat lembaga tersebut dilakukan antara lain melalui upaya hukum di bidang penerbitan KUPVA BB berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca: Nilai Tukar Rupiah Loyo, Warga Kian Getol Menumpuk Simpanan Valas

Di wilayah Kaltim - Kaltara terdapat sekitar 30-an KUPVA BB tidak berizin, menurutnya, kawasan terbanyak berada di daerah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia.

Halaman
12
Penulis: Amanda Liony
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved