Saat Bikin Video Snapchat, Remaja Singapura Tewas Terjatuh dari Mal

Chow melompati pagar jembatan setinggi 1,2 meter. Dia berniat mendarat di langkan atau serambi datar yang melebar di sisi jembatan.

Saat Bikin Video Snapchat, Remaja Singapura Tewas Terjatuh dari Mal
Strait Times
Sejumlah pengunjung Orchard Central, Singapura, berkerumum hendak membantu Jonathan Chow yang jatuh dari jembatan di lantai 4 pusat perbelanjaan tersebut, Jumat (24/2/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO - “Bantu aku merekam video Snapchat dan aku akan lompat,” ujar Jonathan Chow kepada kawannya, Ruth, saat berada di atas sebuah jembatan penghubung dalam ruangan di pusat perbelanjaan Orchard Central, Singapura, Jumat minggu lalu.

Ucapan itu ternyata menjadi kata-kata terakhir Chow. Sebelum Ruth sempat bereaksi, Chow melompati pagar jembatan setinggi 1,2 meter. Dia berniat mendarat di langkan atau serambi datar yang melebar di sisi jembatan.

Malang, Chow salah perhitungan. Langkan tersebut bukan terbuat dari beton seperti yang dipikirnya, melainkan sekadar papan plester dekoratif yang tak kuat menahan beban.

Langkan pun jebol. Tubuh Chow meluncur deras dari ketinggian lantai empat bangunan ke lantai dasar.

Baca: Siap-siap WhatsApp akan Luncurkan Fitur Terbaru Mirip Aplikasi Snapchat

“Kami berdua mengira langkan dibuat dari beton. Tapi begitu melompat, dia langsung tembus ke bawah,” kata Ruth yang kini membantu penyelidikan polisi kepada Today Online, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Rabu (1/3/2017).

Sejumlah orang di lokasi kejadian segera berupaya membantu setelah mendengar suara keras dari tubuh Chow yang menghantam lantai.

Ambulans dipanggil, tetapi cedera yang diderita Chow terlalu parah. Remaja 17 tahun yang oleh teman-temannya dikenal sebagai skateboarder piawai itu menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

Video detik-detik Chow melompat dan dan akhirnya tewas terjatuh kini beredar di internet. Polisi Singapura yang menyelidiki kasus ini sementara menduga, keinginan Chow membuat video Snapchat turut berperan dalam malapetaka ini.

Baca: Minat Belanja Turis Turun, Orchard Road Singapura Sepi Pengunjung

Mavis Seow, COO Far East yang mengelola Orchard Central mengatakan bahwa jembatan di TKP sebenarnya sudah dilengkapi pagar kaca untuk menjaga keamanan pengunjung.

Tetapi toh Chow tetap melompati pagar kaca tersebut.

Seow mengatakan pihaknya kini tengah mempertimbangkan untuk menambah alat pengaman lain untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Sementara itu, petugas keamanan kami akan berpatroli di jembatan dengan interval yang lebih sering,” ujarnya. (Oik Yusuf)

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved