Kunjungan Raja Arab Saudi
Raja Salman Kenakan Jubah Berbeda Warna, Berikut Penjelasannya
Berdasarkan Agama dan adat istiadat di Arab Saudi memiliki pakaian tradisional unik yang telah ada sejak zaman dahulu.
TRIBUNKALTIM.CO -- Kunjungan Yang Mulia Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud di Tanah Air merupakan momen istimewa bagi seluruh rakyat Indonesia.
Raja Salman beserta rombongan akan berada di Indonesia pada 1-9 Maret 2017.
Sejak mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/2017) kemarin pemerintah Indonesia telah menyiapkan sambutan istimewa bagi sang Raja.
Presiden Jokowi pun langsung menyambut kedatangan Raja Salman di Halim Perdanakusuma.
Usai mendarat, Raja Salman beserta rombongan langsung menuju Istana Bogor.
Meski hujan deras mengguyur kawasan Istana Bogor, namun antusias pelajar dan warga tetap tinggi untuk menyambut kedatangan Raja.
Baca: Kedatangan Raja Salman di DPR, Pengamanan Polisi Siapkan 3.200 Personel
Momen-momen menarik dalam kunjungan Raja Salman pun terus menyedot perhatian kalangan publik.
Satu diantaranya yakni mengenai jubah yang dikenakan oleh Raja Salman.
Ketika mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, terlihat Raja Salman mengenakan jubah berwarna cokelat dengan hiasan emas di pinggirannya.
Sementara itu ketika Raja Salaman menandatangani buku tamu serta memulai perbicaraan bilateral di Istana Bogor, tampak Raja Salman mengganti jubah yang dikenakannya menjadi warna hitam dengan hiasan emas di pinggirannya.
Berkaitan dengan pakaian khas Arab yang dikenakan Raja Salman beserta rombongan, berikut ini terdapat penjelasan seputar pakaian tersebut yang telah dilansir dari beberapa sumber.
Berdasarkan Agama dan adat istiadat di Arab Saudi memiliki pakaian tradisional unik yang telah ada sejak zaman dahulu.
Kerajaan Arab Saudi sendiri memiliki beberapa jenis kostum karena wilayah geografisnya yang luas.
Seperti yang diketahui wilayah di Arab Saudi terbagi atas 13 provinsi atau munatiq. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam berpakaian.
Baca: Nge-Vlog Bareng Raja Salman, Jokowi Disebut Curang, Vlogger Kondang pun tak Mampu Bersaing
Bagi kaum wanita wajib mengenakan abaya atau gamis berwarna hitam lengkap dengan hijab.
Biasanya wanita Arab juga mengenakan cadar yang menutupi wajah mereka.
Namun kini seiring berjalannya waktu model Abaya kian mengikuti perkembangan fashion dan berwarna-warni.
Sementara itu bagi kaum pria di Arab Saudi, apa pun pekerjaan mereka atau status sosial, semuanya diwajibkan untuk mengenakan pakaian tradisional yang disebut thawb atau gamis putih yang juga merupakan pakaian nasional Wahhabi.
- Thawb
Thawb atau gamis berukuran panjang hingga semata kaki ini biasanya dibuat dari kain katun atau campuran polyester.
Rupanya terdapat perbedaan warna ketika mengenakan thawb atau gamis untuk kaum pria.
Jika cuaca panas, kaum pria dan anak laki-laki di Arab Saudi akan mengenakan thawb berwarna putih.
Sedangkan ketika cuaca dingin, mereka akan mengenakan thawb yang terbuat dari wol dan memiliki warna yang gelap seperti biru tua, cokelat, dan hitam.
- Sirwal
Usai mengenakan thawb, kemudian adapula sirwal atau celana putih panjang.
Kebanyakan kaum pria di Arab mengenakan sirwal pendek, tetapi bagi mereka yang berasal dari daerah Barat biasa mengenakan sirwal panjang.
-Bisht atau Mishlah
Sementara itu pada saat menghadiri acara spesial seperti pertemuan antar negara atau perkawinan, kaum pria sering kali mengenakan bisht atau jubah. Bisht biasanya terbuat dari bahan katun atau wol bulu domba.
Jubah tersebut memiliki beberapa warna yakni berwana cokelat, abu-abu, hitam dan warna krem.
Pada bagian pinggiran jubah terdapat bordiran kain warna emas.
Cara memakainya yakni usai mengenakan thawb, selanjutnya ditutupi dengan jubah atau bisht.
Ketika mengenakan bisht, sisi kanan bisht yang dimasukkan di bawah lengan kiri.
Tidak lupa terdapat pula sorban atau penutup kepala yang wajib juga dikenakan.
Penutup kepala bagi kaum pria ini terdiri dari tiga bagian yakni tagia atau kufiyyah, ghutra atau kain sorban dan igal atau tali pengikat sorban.
- Taqiah atau Kufiyyah
Tagia merupakan kufiyyah atau songkok tipis berwarna putih yang lebih dahulu dikenakan.
Fungsi kufiyyah ini yaitu mencegah ghutra agar tak bergerak atau tergelincir ketika dikenakan.
Terdapat beragam jenis kufiyyah mulai dari motif berlubang hingga ada yang hasil sulaman.
Berbeda dengan beberapa negara di Timur Tengah seperti Mesir dan Sudan.
Kaum pria di daerah ini hanya mengenakan kufiyyah tanpa mengenakan sorban.
- Ghutra
Setelah memakai kufiyyah selanjutnya dipasangkan ghutra, sebuah kain segiempat warna putih yang dilipat menjadi bentuk segitiga.
Kebanyakan ghutra terbuat dari bahan katun.
- Shumagh
Shumagh sama seperti ghutra. Bedanya yakni shumagh memiliki corak kotak-kotak berwarna merah dan putih.
- Igal
Agar tetap melekat di kepala, kain itu dipasangi igal atau tali berwarna hitam.
Igal umumnya terbuat dari tenunan bulu kambing atau domba.
- Na'al atau Madas
Madas merupakan sandal tradisional yang dikenakan oleh kaum pria. Sandal ini terbuat daei bahan kulit yang memiliki beragam pola.
Pakaian tersebut bisa Anda lihat persis seperti yang dikenakan Raja Salman beserta rombongannya dari Arab Saudi yang saat ini berada di Indonesia. (saudiembassy.or.jp/wikipedia.org/Ayuk Fitri Astuti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jokowi-raja-salman_20170301_152531.jpg)