Selasa, 14 April 2026

Waduh, Mesin PLTD Sungai Bilal Rusak, Pemadaman Bergilir Berlangsung Lama

Agak lama ini (pemadaman). Karena mesin rusak parah, piston sama rumahan pistonnya hancur. Kami masih mencari onderdilnya di Kalimantan Tengah.

Editor: Amalia Husnul A
Handover
Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sungai Bilal, Kecamatan Nunukan. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero harus melakukan pemadaman bergilir di Pulau Nunukan.

Pasalnya, terjadi kerusakan pada mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sungai Bilal.

Manager PT PLN Rayon Nunukan, Nur Hidayat mengatakan, perbaikan mesin tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama karena menunggu spare part yang harus didatangkan dari luar daerah.

"Agak lama ini (pemadaman). Karena mesin rusak parah, piston sama rumahan pistonnya hancur. Kami masih mencari onderdilnya di Kalimantan Tengah. Itu buatan Jepang," ujarnya, Kamis (9/3/2017).

Baca: PLN Lakukan Pemeliharaan Panel, Siap-siap Hadapi Tiga Jam Pemadaman Total

PLTD Sungai Bilal selama ini menopang kekurangan daya yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sebaung.

Dari 7 unit mesin PLTMG Sebaung, hanya lima mesin yang beroperasi setelah kerusakan dua unit mesin lainnya.

"Pemadaman ini mungkin agak lama, karena PLTMG Sebaung juga hanya lima yang beroperasi,” ujarnya.

Daya listrik dari PLTMG Sebaung disalurkan ke Pulau Nunukan melalui kabel listrik bawah laut dan jaringan SUTM 20 kpa sepanjang 15 kilometer.

Sementara dari Pulau Nunukan menuju Pulau Sebatik terpasang kabel jaringan SUTM dan kabel bawah laut sepanjang 3,5 kilometer.

Baca: Daya Listrik Minim, PLTD Hanya Mampu Suplai 11 MW

Dalam keadaan normal PLTMG Sebaung bisa menyuplai daya hingga 8 megawatt untuk kebutuhan di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik.

Nur Hidayat menyebutkan, akibat kerusakan mesin-mesin tersebut, harus dilakukan pemadaman bergilir. Pemadaman terjadi selama 2-3 jam, untuk setiap dua hari sekali.

Dari jadwal pemadaman yang diperoleh TRIBUNKALTIM.CO, pemadaman dibagi menjadi enam zona. "Kami terus upayakan perbaikan semampu kami. Semoga cepat teratasi," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved