Bukannya Ditilang, Pelanggar Lalu Lintas Malah Diajak Berdoa dan Diberi Minuman
Rata-rata pengendara yang dikenai teguran karena tidak menggunakan helm, tidak membawa surat kelengkapan berkendara, hingga anak dibawah umur.
Penulis: Christoper Desmawangga |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepolisian dari Satlantas Polresta Samarinda menggelar giat razia stasioner di Jalan Gajah Mada, dalam rangka operasi Simpatik Mahakam 2017.
Kendati menggelar razia, namun pengendara yang melanggar tidak dikenai penilangan. Hanya diminta untuk berdoa bersama sesuai dengan ajaran dan keyakinan masing-masing.
Setelah itu pelanggar diberi minuman teh dalam kemasan dan dapat meninggalkan lokasi razia.
"Operasi ini lebih ke teguran kepada pelanggar dan diberitahu salahnya di mana. Agar kedepan pengendara dapat memperbaiki yang salah. Jadi tidak ditilang," ungkap Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Boney Wahyu W, Senin (13/3/2017).
"Kita ajak mereka berdoa, sebagai bentuk syukur karena kepolisian mengingatkan mereka. Karena kalau melanggar, besar kemungkinan jadi penyebab terjadinya kecelakaan," tambahnya.
Digelar mulai tanggal 1 Maret, telah terdapat 1000-an lebih pengendara yang dikenai teguran lisan dan 300-an lebih pengendara yang dapat teguran tertulis.
Rata-rata pengendara yang dikenai teguran karena tidak menggunakan helm, tidak membawa surat kelengkapan berkendara, hingga anak dibawah umur.
"Hingga saat ini, selama berjalannya operasi Simpatik, belum ada kecelakaan yang diakibatkan korban jiwa tewas. Hanya kecelakaan yang sebabkan kerugian material," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/operasi-simpatik_20170313_185541.jpg)