Kumandang Deklarasi Anti Hoax di Provinsi Ini Bakal Pecahkan Rekor Muri

Menurut Charles, tandatangan yang dibubuhkan tersebut menjadi bukti keseriusan semua elemen yang terlibat dalam gerakan sosial ini.

Kumandang Deklarasi Anti Hoax di Provinsi Ini Bakal Pecahkan Rekor Muri
TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO
Suasana rapat persiapan deklarasi anti hoax di Diskominfo Kaltim 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Deklarasi Anti Hoax, yang dimotori Gerakan Anti Hoax Jurnalis Kaltim, akan dikumandangkan di acara Kaltim Fair, April mendatang.

Dalam kegiatan tahunan Pemprov Kaltim ini, rencananya akan ada penandatanganan bersama 1.000 tokoh anti hoax Kaltim.

Dalam perencanaan yang dibahas Kamis, (16/3/2017) di Kantor Dinas Komunikasi dan Informasi Kaltim, tempat pembubuhan tandatangan tersebut masih dalam tahap diskusi. 

"Nanti dilihat, apakah tanda tangan itu akan dituangkan dalam spanduk panjang atau berukuran raksasa. Atau juga lewat kesepakatan bersama," ucap Charles Siahaan, Ketua Gerakan Anti Hoax Jurnalis Kaltim.

Pengumpulan 1.000 tandatangan plus pembagian kaos anti hoax ini, direncanakan akan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).

(Baca juga: Baru Beberapa Menit Pamit ke Jakarta, Anggota DPRD Ini Kaget Mertuanya Tewas Mengenaskan )

Menurut Charles, tandatangan yang dibubuhkan tersebut menjadi bukti keseriusan semua elemen yang terlibat dalam gerakan sosial ini.

Kepala Diskominfo Kaltim, Abdullah Sani, menjelaskan, rencananya penyelenggara kegiatan ini akan mengundang semua kepala daerah di Kaltim berserta Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD).

"Apalagi ada kemungkinan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkoinfo) Rudiantara dan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak akan hadir. Ini tentu momentum tepat," beber Charles.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kaltim Abdullah Sani, meminta operator seluler menyiapkan minimal 100 kaos anti hoax untuk dibagikan. 

"Saya minta semua operator untuk membuat 100 t-shirt anti hoax. Nanti dimasukkan juga logo masing-masing operator dalam t-shirt tersebut. Jadi selain ikut menyukseskan gerakan anti hoax ini, brand masing-masing operator juga bisa dipromosikan dalam t-shirt tersebut," ungkapnya. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved