Kapal Tenggelam

Arus Kencang dan Ombak Tinggi Basarnas Cari Muharam ABK yang Tenggelam di Perairan Muara Badak

Tim Basarnas Balikpapan memulai pencarian korban dari Desa Saliki, Kutai Kartanegara. Dengan menerjunkan 1 tim SAR, menggunakan Rubber Boat.

Arus Kencang dan Ombak Tinggi Basarnas Cari Muharam ABK yang Tenggelam di Perairan Muara Badak
HO/BASARNAS
Tim SAR melakukan pencarian 1 korban hilang, Muharam (36) ABK KM Dunhill yang karam di perairan Muara Badak, Sabtu (18/3/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Arus kencang menjadi kendala pencarian seorang korban hilang Kapal KM Dunhil, Sabtu (18/3/2017).

Muharam (36) dinyatakan hilang usai kapal bermuatan 6 orang tersebut yang mengangkut limbah batu bara karam di Perairan Muara Berau sehari sebelumnya.

"Kami sisir lokasi hingga 10 Nautical Miles (NM). Kendalanya tak lain arus kencang, area pencarian merupakan wilayah muara yang memiliki banyak anak sungai," ujar Kepala Basarnas Balikpapan, Mujiono melalui Kasie Ops Octavianto.

Tim Basarnas Balikpapan memulai pencarian korban dari Desa Saliki, Kutai Kartanegara. Dengan menerjunkan 1 tim SAR, menggunakan Rubber Boat, Peralatan Selam dan marine Detector.

Untuk diketahui, Kapal KM Dunhil karam pada Jumat (17/3/2017) sekitar 04.00 Wita.

Kapal mengangkut limbah sisa batu bara tersebut mengangkut 6 orang, Aziz (30), Yuke (34), Eri (26), Nanang (45), Jhon dan Muharam (36).

"Lima orang berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang ke empang sedangkan satu orang ABk (Muharam) belum diketemukan hingga saat ini," kata Octavianto.

"Kondisi terkini ombak cukup bergejolak cukup tinggi sekitar 25 - 40 cm, dan arus diperkirakan 1.5 sampai 2 knot," sambungnya.

Awal mula kejadian, KM Dunhil membawa 15 ton limbah sisa berencana menuju  Perairan Sanga-Sanga, Kukar.

Namun di pertengahan jalan kapal tersebut kehabisan bahan bakar. Saat itu kapal memutuskan melempar jangkar, berharap ada ponton melintas.

Tanpa pernah menduga sebelumnya, alkon pompa kapal mengalami kerusakan, kapal mengalami kebocoran sehingga air sungai mulai masuk ke kapal.

Para ABK yang merasa kapal akan tenggelam menyelamatkan diri, melompat ke sungai.

Dengan alat pengapung sederhana mereka berenang menuju tepi empang yang berjarak 100 meter dari kapal mereka yang tenggelam.

Naas, seorang dari 6 ABK KM Dunhill, Muharam (36) hingga kini tak diketahui keberadaannya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved