Rabu, 8 April 2026

Presiden Jokowi Resmikan 8 Mobile Power Plant 500 Mega Watt

Pembangungan keseluruhan proyek tersebut, ungkap Sofyan, menelan biaya lebih dari Rp 8 triliun.

Dok. Biro Humas Pemprov Kalbar
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Dirut PLN Sofyan Basir, Menteri ESDM Ignasius Jonan saat meninjau lokasi MPP 4x25 MW di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (18/3/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Joko Widodo meresmikan 8 Mobile Power Plant (MPP) yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia dengan total kapasitas 500 MW dan 9 infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Barat.

Peresmian dilakukan secara simbolis di MPP Mempawah 4 x 25 MW di Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Sabtu (18/3/2017).

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, delapan MPP yang diresmikan tersebut masing-masing di antaranya MPP Jeranjang-Lombok dengan kapasitas 2x25 MW, MPP Air Anyir-Bangka dengan kapasitas 2x25 MW.

Selain itu, MPP Tarahan–Lampung 4x25 MW , MPP Nias 1x25 MW, MPP Balai Pungut-Riau dengan kapasitas 3x25 MW, MPP Suge- Belitung dengan kapasitas 1x25 MW, MPP Paya Pasir-Medan dengan kapasitas 3x25 MW dan MPP Pontianak dengan kapasitas 4x25 MW.

"Keseluruhan pembangkit tersebut berhasil diselesaikan PLN melalui penugasan kepada anak Perusahaan PLN yakni Bright PLN Batam hanya dalam waktu 6 Bulan, terhitung sejak di groundbreaking oleh Presiden pada semester awal 2016 lalu," ujar Sofyan Basir, Sabtu (18/3/2017).

Pembangungan keseluruhan proyek tersebut, ungkap Sofyan, menelan biaya lebih dari Rp 8 triliun.

"Kedelapan pembangkit listrik yang beroperasi tersebut merupakan program nasional 35.000 MW," paparnya.

Sofyan menambahkan, peresmian 8 unit pembangkit listrik tenaga gas ini merupakan bukti komitmen PLN dalam percepatan program 35.000 MW dalam peningkatan ratio elektrifikasi tanah air sebesar 99,7 persen pada 2019.

“Kami berharap dengan adanya 8 tambahan MPP tersebar berkapasitas total 500 MW ini bisa menambah keandalan sistem kelistrikan terutama di NTB, Sumatera Utara, Lampung, Bangka Belitung, Pekanbaru Riau serta kalimantan Barat. Ketersediaan energi listrik sangat strategis karena berdampak pada perkembangan investasi daerah dan perekonomian masyarakat,” katanya.

Sejalan dengan peresmian ini, PLN juga telah menyelesaikan pembangunan sembilan infratruktur kelistrikan di Kalimantan Barat yaitu PLTU ketapang 2x10 MW, SUTT 150 kV Parit Baru – Kota Baru sepanjang 44 Km, SUTET 275 kV Bengkayang-Jagoibabang sepanjang 162 Km.

Selain itu, SUTT 150 kV Singkawang-Bengkayang sepanjang 140 km, SUTT 150 kV Singkawang- Sambas sepanjang 118 km, GI 150 kV Kota Baru dengan daya 30 MVA, GI 150 kV Sambas dengan daya 30 MVA, GITET 275 kV bengkayang 2x250 MVA dan GI 150 kV Bengkayang sebesar 30 MVA.

Khusus untuk sistem Khatulistiwa, sambung Sofyan, dengan penambahan MPP Pontianak sebesar 100 MW kini total daya mampu di sistem khatulistiwa mencapai 426 MW dengan beban puncak 300 MW.

“100 MW untuk sistem khatulistiwa artinya bisa memberi peluang penyambungan listrik untuk 120 ribu pelanggan baru,” papar Sofyan.

Peresmian dibeberapa wilayah tersebut dilakukan secara teleconfrence disela kunjungan kerja Jokowi ke Kalimantan Barat. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved