Kolom Rehat
Apa Kabar, Puisi?
Tanggal itu dipilih berdasarkan hari kelahiran Virgil, penyair yang hidup di jaman kekuasaan Kaisar Augustus di masa Romawi.
oleh ARIF ER RACHMAN
apa kabar, puisi?
sudah lama rasanya aku tak menemui
dirimu dalam relung-relung resah
atau pada percikan-percikan cinta yang membuncah
mungkin karena hari-hari semakin bising
oleh segala rutin yang membuat pusing
people talking without speaking
people hearing without listening
begitulah, puisi
kau tak sempat lagi kutemui
dalam hening di malam sepi
jika dada rasa hampa
sesekali kulihat kau melintas
di antara orang-orang bergegas
dan lalu-lalang berita yang makin ringkas
lalu hilang ditelan cemas
aku kangen padamu, puisi
untuk kutuliskan sebagai sensasi
penguat kalimat gombal
atau sekadar status di media sosial.
KATA-KATA iseng itu saya tulis dua tahun lalu untuk ikut memperingati Hari Puisi Sedunia yang jatuh setiap tanggal 21 Maret. Saya hanya memuatnya di media sosial karena kebetulan kolom 'Rehat' ini belum ada waktu itu.
Seberapa penting puisi hingga harus ada Hari Puisi Sedunia? Hari Puisi Sedunia sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1936.
Ketika itu untuk menghargai berbagai karya puisi dari Tessa Sweazy Webb, negara bagian Ohio, Amerika Serikat, memperingati Hari Puisi setiap minggu ketiga Oktober.
Kemudian, berdasarkan kesepakatan dari 45 negara, Hari Puisi Sedunia lantas diperingati setiap 15 Oktober sejak tahun 1951.
Tanggal itu dipilih berdasarkan hari kelahiran Virgil, penyair yang hidup di jaman kekuasaan Kaisar Augustus di masa Romawi.
Pendeklarasian Hari Puisi Sedunia yang kini jatuh setiap tanggal 21 Maret merupakan ide dari UNESCO -- salah satu badan PBB yang mengurusi masalah pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan -- saat mengelar pertemuan ke-30 di Paris, Prancis, pada Oktober-November 1999.
Pendeklarasian tersebut bertujuan untuk mendukung gerakan membaca, menulis, dan menerbitkan puisi di seluruh dunia.

UNESCO lewat Irina Bokova, Direktur Jenderal-nya yang sejak 2009 hingga saat ini, mengungkapkan bahwa kebutuhan estetika merupakan kebutuhan manusia dan puisi dapat memenuhi kebutuhan ini.
UNESCO juga melihat bahwa dalam 20 tahun terakhir ketertarikan pada puisi semakin meningkat dengan banyak kegiatan yang melibatkan puisi di negara-negara anggota serta bertambahnya jumlah penyair.
Peringatan Hari Puisi Dunia pertama kali dirayakan pada tahun 2000.
Setiap tahun, Dirjen selalu menyampaikan serangkaian pesan saat peringatan Hari Puisi Sedunia.
Dalam pesannya di peringatan Hari Puisi Sedunia 2016 lalu, Irina Bokova mengungkapkan bahwa puisi menjadi simbol dari kreatifitas jiwa manusia.
Puisi telah berkontribusi untuk meningkatkan jiwa kemanusiaan, meningkatkan kekuatan, solidaritas dan kesadaran diri. Pesan peringatan Hari Puisi Sedunia 2017 ini akan kita ketahui dalam dua hari ke depan.
Indonesia juga memiliki peringatan Hari Puisi Nasional pada setiap 28 April (hari kematian Chairil Anwar) dan Hari Puisi Indonesia pada setiap 26 Juli (hari kelahiran Chairil Anwar), Semakin banyak hari puisi semakin baik karena semakin besar pula perhatian orang kepada puisi

Lantas, mengapa puisi itu penting bagi kita? Karena, sebagaimana termaktub dalam Deklarasi Hari Puisi Indonesia, bahwa:
"Indonesia dilahirkan oleh puisi yang ditulis
secara bersama-sama oleh para pemuda dari berbagai wilayah
tanah air. Puisi pendek itu adalah 'Sumpah Pemuda'."
Mendiang Presiden AS John F Kennedy pernah bericap bahwa "when power corrupts, poetry cleanses." Ketika kekuasaan korup, puisi membesihkan.
Dan pada saat politik penuh dengan fitnah, hoax dan megakorupsi saat ini, kembali kepada puisi tampaknya menjadi pilihan masuk akal.
Selamat Hari Puisi Seduna. Berpuisilah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/arif_20150419_103718.jpg)