Opini

Fenomena Kukar Muda

Atas realitas tersebut penulis menyebutnya sebagai Fenomena Kukar Muda. Dengan alasan bahwa sebuah kondisi atau strategi pemberdayaan pemuda di daerah

Fenomena Kukar Muda
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ALIDONA
Ketua DPD I Rita Widyasari sekaligus Bupati Kutai kartanegara saat menghadiri musda Golkar di Balikpapan. 

Munir Anshory
Direktur Komunikasi Publik Distrik 13

Hari ini telah tampil orang-orang muda dari daerah yang sama dan juga dalam kapasitas yang sama, yaitu tingkat provinsi. Adalah Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur Hj. Rita Widyasari, Ph.D, Ketua DPD KNPI Kalimantan Timur H. Khairudin, S.P., Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur Moh. Yuhdi, S.I.Kom, dan Ketua BADKO Himpunan Mahasiswa Islam Kalimantan Timur Erlyando Saputra, S.IP.
Mereka adalah generasi masa depan Kalimantan Timur yang berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara. Dan semoga ini menjadi pondasi yang kokoh untuk kedepannya mewarnai konstelasi di tingkat nasional.
Atas realitas tersebut penulis menyebutnya sebagai Fenomena Kukar Muda. Dengan alasan bahwa sebuah kondisi atau strategi pemberdayaan pemuda di daerah sedang berlangsung baik.
Hari ini kita menyaksikan bahwa tampilnya tokoh-tokoh muda menjadi keniscayaan.
Momentum, rentetan peristiwa dan jabatan publik banyak diisi oleh anak muda. Tokoh muda yang tampil itu sedikit banyak mampu memberikan harapan serta keyakinan kepada masyarakat bahwa mereka mampu terlibat dalam berbagai persoalan dan menjadi bagian dari solusi. Walaupun ada juga pemuda yang terlibat diberbagai masalah namun tidak menjungkirbalikan persepsi bahwa pemuda adalah salah satu elemen penting perubahan sosial.
Karena itulah kemudian Bung Karno mengibaratkan bahwa dengan segelintir pemuda beliau mampu melakukan perubahan yang bersifat massive untuk peradaban yang lebih baik. Dan spirit ini pun secara tersirat menyelinap disela-sela dinamika pemuda Kutai Kartanegara.
Dalam konteks itu pemuda Kukar yang sedang tampil di panggung publik Kalimantan Timur adalah mereka yang telah melewati dinamika dan kematangan dalam berorganisasi. Terlepas dari bagaimana situasi dan proses capaian menuju posisi tersebut, paling tidak mereka mampu memposisikan diri menjadi sosok yang tampil kemudian terpilih (dipercaya).
Karena tingkatan sampai kepada yang terpilih adalah keberhasilanseseorang menampilkan kualitas dalam mempresentasikan gagasan dan mengkonsolidasikan kekuatan.
Empat nama diatas adalah representasi kekuatan muda dari daerah. Mereka menunjukkan bahwa daerah yang erat pada kesan terpinggir atau tertinggal mampu mencampai posisi penting dan strategis. Tentu bukan posisi itu yang menjadi tujuan dan kebanggaan.
Untuk itu kita wajib bertanya, apa yang akan mereka lakukan untuk perbaikan Kalimantan Timur? Apakah semata-mata menancapkan gengsi kedaerahan, atau menyuarakan tuntutan keadilan daerah kepada pemerintah pusat dan membangkitkan gairah seluruh elemen pemuda, pelajar dan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam ikhtiar pembangunan?
Semoga empat putra putri terbaik Kutai Kartanegara yang tampil sebagai ikon kaum muda Kalimantan Timur ini mampu menorehkan karya terbaik, yang berdampak langsung kepada seluruh warga masyarakat. Ditengah pesimisme sosial, poitik, hukum dan ekonomi hari ini, pemudalah yang menjadi harapan terbesar bagi seluruh elemen bangsa. (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved