Opini

Asa KONI Kota Balikpapan Ditengah Defisit Anggaran

adanya defisit anggaran tersebut, membuat KONI Balikpapan merasa tertantang untuk lebih siap dan lebih terencana sehingga mampu mewujudkan ambisi

Asa KONI Kota Balikpapan Ditengah Defisit Anggaran
Tribun Kaltim/M Wikan
Dua atlet anggar sedang bertanding di Porprov V Kaltim 2014. 

Sulton Fahrudin
Wakil Sekretaris I KONI Balikpapan
Sekretaris TIM Puslatcab KONI Balikpapan

Porprov Kaltim 2018 di Kutai Timur yang merupakan ajang pencarian bibit atlet Kaltim dalam menghadapi PON XX Papua 2020, akan dihadapi dengan serba keterbatasan. Hal ini sebagai akibat kondisi defisit anggaran yang dialami oleh Kabupaten/ Kota se Kalimantan Timur, dan hal tersebut berimbas kepada anggaran KONI daerah masing-masing. Demikian juga dialami oleh KONI Balikpapan.
Namun demikian, dengan adanya defisit anggaran tersebut, membuat KONI Balikpapan merasa tertantang untuk lebih siap dan lebih terencana sehingga mampu mewujudkan ambisi menjadi juara umum pada Porprov 2018 nanti. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Berkaca pada Porprov 2014 di Samarinda, beberapa daerah yang menjadi kompetitor berat Balikpapan, pada saat Porprov tersebut banyak membeli atlet dari daerah di luar Kaltim, sehingga Balikpapan hanya mampu meraih peringkat ke tiga. Sementara dalam kejuaraan-kejuaraan penyisihan maupun kejuaraan rutin setingkat Kejurprov, hampir semua cabor Balikpapan selalu menempati juara umum.
Dengan adanya defisit yang dialami oleh seluruh daerah, maka diyakini daerah akan hanya menurunkan atlet lokal dan tidak lagi membeli dari luar Kaltim. Hal inilah yang menjadi ukuran kenapa Kota Balikpapan melalui KONI Kota Balikpapan memprogramkan, "BALIKPAPAN BISA 2018." Adapun program tersebut dicanangkan untuk mengelorakan semangat seluruh atlet dan pelatih untuk dapat berprestasi pada Porprov 2018 nanti sehingga Balikpapan mampu merebut juara umum.
Namun selain perhitungan diatas kertas, KONI Balikpapan tetap mengenjot persiapan seluruh atlet melalui program pusat Latihan cabang (PUSLATCAB) KONI Kota Balikpapan, dimana pemusatan latihan secara mandiri dilaksanakan sepanjang waktu satu tahun empat bulan bila mengacu Porprov 2018 akan dilaksanakan bulan September 2018. Memang kondisi memprihatinkan tidak bisa dipungkiri akibat adanya defisit tersebut.
Anggaran
Sebagai gambaran Puslatcab 2013 untuk mempersiapkan Porprov 2014, KONI mengantongi hibah dari Pemkot Balikpapan hanya untuk persiapan sebesar Rp. 17,5 Milyar tidak termasuk untuk pengiriman kontingen. Dan tahun ini 2017, KONI Balikpapan hanya mendapatkan hibah dari Pemkot Balikpapan sebesar Rp. 5 Milyar, yang terpotong Rp. 1,2 Milyar untuk bonus atlet Balikpapan yang berprestasi pada PON XIX Jabar lalu. Sehingga kedudukan dana yang dimiliki KONI Balikpapan untuk mempersiapkan atlet menuju Porprov 2018 hanya sebesar Rp. 3,8 Milyar.
Padahal dalam kondisi normal dalam Puslatcab, biasanya KONI Balikpapan memenuhi beberapa kebutuhan dasar seperti extra fooding, suplement, alat latih, sparring, bantuan penunjang latihan (BPL) serta sentralisasi latihan yang ketat dan terprogram. Namun bila hal tersebut dipenuhi, maka kebutuhan dana yang besar harus tersedia.
Langkah Antisipasi
Atas dasar keadaan dana yang minim, maka KONI Balikpapan tetap optimis, bahwa "Balikpapan Bisa" dapat terwujud, maka disusunlah beberapa langkah strategis:
1.Pembentukan TIM Puslatcab, yang akan melakukan kontrol secara periodik kepada atlet dan pelatih, langsung door to door. Hal ini dikarenakan tidak bisa dilaksanakannya sentralisasi pelatihan. Dengan kunjungan langsung pelatihan mandiri yang berpencar tempatnya ini, akan tetap berada dalam koridor program yang telah disusun.
2.Mengkonsentrasikan seluruh anggaran KONI kepada Puslatcab sebagai bagian utama persiapan Porprov 2018
3.TC (Training Camp) Mandiri, dimana tiap cabor menyelenggarakan pelatihan di tempat masing-masing, namun dalam satu komando, evaluasi dan kontrol dari Tim Puslatcab.
4.Pemantauan kebugaran atlet secara berkala, melalui klinik Olahraga yang telah KONI Balikpapan miliki.
5.Dukungan stake holder. Prestasi olahraga suatu daerah tidak lepas dari peran serta masyarakat umum, dimana masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk sponsorship, peminjaman tempat dan alat latihan, dukungan kemudahan-kemudahan lain. KONI Balikpapan melalui Tim Puslatcab akan mengali sinergi tersebut.
Poin terakhir adalah poin terpenting, karena selama ini KONI Balikpapan menyadari bahwa dukungan masyarakat Balikpapan memiliki nilai yang sangat menentukan bagi prestasi olahraga kota ini. Untuk itu KONI Balikpapan sangat membuka diri untuk dapat sharing program sehingga dapat sinergis dan saling mendukung. KONI berharap, khususnya kepada perusahaan-perusahaan lokal Balikpapan untuk dapat mendukung program ini, dikarenakan KONI Balikpapan selama ini membina hanya atlet lokal Balikpapan, sehingga sejalan-sepaham bangkitnya ekonomi lokal balikpapan, KONI mengajak membangun kondisi, "Lokal yang Handal". (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved