Selasa, 14 April 2026

Mahasiswa Asal Perbatasan Desak Pemerintah Segera Tangani Banjir Besar di Nunukan

Massa menilai, banjir setinggi 3-4 meter itu, merupakan kiriman air dari Sabah, Malaysia.

TRIBUNKALTIM.CO/CHRISTOPER DESWANGGA
Mahasiswa asal Kalimantan Utara menggelar aksi damai sekaligus galang dana untuk korban banjir di kawasan perbatasan, Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (5/4/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Puluhan mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang tergabung dalam Aksi Mahasiswa Peduli Perbatasan (AMPP), menggelar aksi damai, serta galang dana di simpang mall Lembuswana, Rabu (5/4/2017).

Dalam orasinya, massa menyuarakan tentang keprihatinan mereka terhadap saudara maupun warga di perbatasan, Nunukan, yang terkena banjir, yang mengibatkan terhentinya aktivitas warga di sana, sejak awal April silam.

Baca: Bantuan Makanan Korban Banjir Kadaluarsa, Ini Penjelasan BPBD Kaltara

Massa menilai, banjir setinggi 3-4 meter itu, merupakan kiriman air dari Sabah, Malaysia.

"Kita ketahui memang di sana (Sabah) pembangunan sangat pesat, dan air dari mereka mengalir ke sungaj Sembakung, dan meluap ke pemukiman warga," ungkap Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Sebatik, Jusman, Rabu (5/4/2017).

"Selain melakukan orasi, kami juga galang dana, untuk warga yang terkana dampak banjir di sana (Nunukan)," tambahnya.

Lanjut dia menjelaskan, banjir menerjang 5 kecamatan yang terdapat di Nunukan, diantaranya Sembankung, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai dan Sebuku, yang mengakibatkan lebih dari 50 desa terendam banir.

Akibat dari peristiwa tersebut, aktivitas warga berhenti total, mulai dari proses belajar mengajar, hingga pertanian warga terancam gagal panen.

"Rata-rata warga disana mata pencariannya bertani, dan lahan tani mereka saat ini terendam banjir, yang akibatkan mereka terancam gagal panen," ungkap mahasiswa Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Mulawarman (Unmul) tersebut.

"Sudah seharusnya pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah daerah maupun pusat seharusnya dapat segera merespon hal ini, jangan sampai timbul korban jiwa, karena kejadian ini bukan pertama kalinya, namun sudah berulang kali," tambahnya.

Massa pun menunut agar pemerintah pusat segera melakukan pembangunan infrastruktur sesuai dengan program Nawacita J\Jokowi, membangun negara dari pinggiran.

Lalu massa juga mendesak agar melakukan komunikasi dengan pemerintah Malaysia terkait masalah banjir ini, serta tanggap respon terhadap masalah banjir yang sudah terjadi berulang kali. (*)

Caption : Mahasiswa asal Kalimantan Utara menggelar aksi damai sekaligus galang dana untuk korban banjir di kawasan perbatasan, Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (5/4/2017).

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved