Kamis, 9 April 2026

Berita Pemkab Kutai Timur

Wabup Apresiaisi Kader yang Proaktif, Ajak Tuntaskan TB dengan Gerakan TOSS

Untuk itu, masyarakat diharapkan memberikan perhatian sehingga semua bisa tertolong, termasuk menekan penularannya.

HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Wabup Kasmidi Bulang berserta Ketua PPTI, Tirah Satriani memberi reward pada sejumlah Kader TB Kutim. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup) Kasmidi Bulang bersama Ketua Perhimpunan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kutim Tirah Satriani memberikan apresiasi yang tinggi pada sejumlah kader Tuberkulosis (TB) di Kutim pada peringatan Hari TB se-dunia 2017.

Apresiasi berupa pemberian reward dilakukan bersamaan pada Puncak Peringatan Hari TB sedunia tahun 2017 dengan tema “Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis”, bertempat di taman bersemi, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dr.Bahrani, Sekretaris komisi D DPRD Kutim Ucek Prasetyo, sejumlah pimpinan FKPD, OPD, Kader TB Kecamatan dan masyarakat, Minggu (2/4/2017).

Wabup Kasmidi Bulang menjelaskan, pemerintah mengapresiasi semua organisasi sosial dan ini merupakan asset Kutim dalam memberantas penyakit TB.

Sementara, Ketua PPTI Kutim Tirah Satriani mengatakan, bahwa para kader telah bekerja sukarela. Dan untuk warga yang terjangkit, bisa segera berobat gratis di puskesmas.

“Kami berterima kasih kepada ibu-ibu kader TB yang proaktif dan rela meninggalkan keluarga untuk mengontrol pasien, memberikan obat. Saya berharap kedepan perekrutan kader lebih banyak terutama kalangan muda sehingga pemberantasan TB bisa lebih cepat,” kata Tirah.

“Ibu Umiratu dari Kecamatan Sangatta Selatan, Jusniati, Fitriani, Hidayanti dan Fitri dari Desa Sepaso Bengalon, Yuni Astute dari Rantau Pulung, kesemuanya telah menemukan kasus TB dan sukarela mendampingi pasien selama 6 bulan untuk minum obat sampai sembuh. Mereka juga rutin mengimbau masyarakat yang keluarganya memiliki gejala TB segera ke puskesmas dan pengobatannya gratis,” ujar Tirah.

Selain pemberian reward acara dirangkai dengan senam bersama, sekaligus penjelasan singkat terkait penanganan TB dengan cara Temukan Obat Sampai Sembuh (TOSS) oleh dokter spesialis paru Didit Try Setyo Budi , lalu pemberian makanan tambahan pada warga yang terjangkit TB, dan pembagian doorprize. 

Gerakan TOSS  ini ingin melibatkan peran serta semua masyarakat  mulai dari masyarakat umum pengguna media sosial (medsos), dinas kesehatan, organisasi masyarakat sipil, organisasi pasien, organisasi mitra dan lainnya untuk bersama peduli dalam menyebarkan informasi tuberkulosis yang benar.

“Tujuan gerakan TOSSTB ini adalah untuk menemukan sebanyaknya, mengobati sebanyaknya dan menyembuhkan sebanyaknya kepada pasien TB dengan cara menyebar-luaskan informasi mengenai TB yang benar,” ujar dr Didit.

Sementara itu, Kadis Kesehatan dr.Bharani melaporkan, sekarang Indonesia bukan lagi diperingkat 6 melainkan telah naik di peringkat 2 untuk kasus TB terbanyak, dimana hampir 1 juta orang tiap tahunnya ditemukan kasus TB.

Untuk itu, masyarakat diharapkan memberikan perhatian sehingga semua bisa tertolong, termasuk menekan penularannya.  

“Kalau tidak ditanggani serius akan timbul TB baru, akibatnya masyarakat banyak yang sakit. Untuk itu mesti diperhatikan jika ada keluarga dengan gejala batuk yang tidak  sembuh selama minimal 2 hingga 3 minggu, lalu berat badan terus menurun, malam keringat dingin atau demam apalagi sampai  batuk darah, diharapkan segera memeriksakan kesehatannya. Kader TB di seluruh kecamatan siap membantu,” ungkapnya. (adv/hms7)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved