Bantuan Pusat Hanya Cukup Buat Tiang, Pembangunan Satu Pasar Tradisional Terpaksa Batal

Hamri memaparkan, total bantuan anggaran yang sudah disetujui pusat untuk pembangunan dua pasar tersebut hanya Rp 1,7 miliar saja.

Bantuan Pusat Hanya Cukup Buat Tiang, Pembangunan Satu Pasar Tradisional Terpaksa Batal
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Lapak penjual ikan di kompleks Pasar Induk Kabupaten Bulungan, Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, sudah selesai dibangun, baru-baru ini. Lapak ini dibangun dengan dana dari APBN senilai lebih dari Rp 700 juta. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pembangunan satu dari dua pasar tradisional di Kabupaten Bulungan, yang sudah diusulkan ke Pemerintah Pusat akhirnya dibatalkan.

Kepastian ini diungkapkan Hamri Effendi, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Bulungan ketika ditemui di ruangannya, Kamis (6/4/2017).

Hamri memaparkan, total bantuan anggaran yang sudah disetujui pusat untuk pembangunan dua pasar tersebut hanya Rp 1,7 miliar saja.

Berdasarkan hitungan-hitungan kata dia, untuk membangun satu pasar saja jumlah ini sangat tidak mencukupi. Apalagi bila dipaksakan untuk membiayai pembangunan dua pasar.

Hal ini juga sudah disampaikan ke Pemerintah Pusat dan pembatalan satu pasar sudah disetujui.

"Dananya nggak cukup. Nggak bisa dipaksakan, kalau kita paksakan juga nggak akan bisa dipakai. Bisa cuma dapat tiangnya saja," ujar Hamri.

Sebelumnya, ada dua lokasi yang diusulkan untuk pembangunan pasar tradisional baru, yakni di seputaran Jalan Jelarai Kecamatan Tanjung Selor dan di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah.

Atas masukan dari berbagai pihak, yang dibatalkan ada pembangunan pasar tradisional di Desa Salimbatu, dan akan dikembali diusulkan tahun 2018 mendatang.

"Tahun 2018 kita usulkan lagi, bersama beberapa titik lainnya," ujar Hamri. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved