Speedboat Dirampok di Tengah laut, Seorang Warga Ditemukan Tewas Mengambang

Mereka lalu meminta keempat penumpang melompat ke laut lantas meninggalkannya begitu saja.

Speedboat Dirampok di Tengah laut, Seorang Warga Ditemukan Tewas Mengambang
INTERNET
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Adi, seorang korban perampokan di Muara Tanjung Tiram, Kabupaten Bulungan, Minggu (9/4/2017), sekitar pukul 10.00 ditemukan tewas mengambang. Dia ditemukan Tim SAR Kota Tarakan.

Kasi Operasi Basarnas Balikpapan, Octavianto mengatakan, saat ditemukan tidak ada bekas luka pada tubuh korban.

“Meski terkendala cuaca akibat hujan deras yang terus mengguyur sejak pagi, Tim SAR tetap melakukan pencarian. Akhirnya sekitar pukul 10.00 tadi korban ditemukan tewas mengambang,” ujarnya.

Jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk keperluan visum. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.

(Baca juga: Waduh, Belum Juga Dimanfaatkan, Bangunan Dam Irigasi Malah Hanyut )

"Jenazah sudah langsung kami bawa ke RSUD Tarakan," ujarnya.

Adi merupakan salah seorang dari empat penumpang speedboat yang dirampok pelaku bertopeng dengan senjata api laras panjang. Kejadiannya pada Jumat (7/4/2017) sekitar pukul 07.00 Wita.

"Speedboat Pazzholle bermesin 40 PK dengan POB 4 orang bertolak dari tambak di Tanjung Tiram, Bulungan menuju Kota Tarakan,” ujarnya.

Namun saat di tengah perjalanan di sekitar Perairan Tanjung Tiram speedboat dihadang orang yang tidak dikenal dengan menggunakan penutup wajah dilengkapi senjata laras panjang dan senjata tajam.

Perampok kemudian merebut speedboat. Setelah berhasil merampas speedboat, perampok yang berjumlah empat orang itu menodongkan senjata kepada empat penumpangnya.

Mereka lalu meminta keempat penumpang melompat ke laut lantas meninggalkannya begitu saja.

“Keempatnya melompat ke laut. Tiga orang berhasil selamat berenang ke pinggir namun satu korban bernama Adi yang tidak bisa berenang akhirnya tenggelam," ujarnya.

Octavianto menjelaskan, para korban yang selamat segera meminta pertolongan Polisi. Tim SAR bersama TNI Angkatan Laut, BPBD Kota Tarakan, Polisi Air dan Palang Merah Indonesia kemudian melakukan pencarian terhadap korban. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved