Ujian Nasional
Tak Ada Komputer, 4 Sekolah Negeri di Nunukan Ini Ujian Masih Pakai Kertas dan Pensil
Tanpa perangkat komputer, empat sekolah tersebut harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara, Sigit Muryono memastikan, masih ada empat sekolah negeri di Kabupaten Nunukan yang belum bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini.
Tanpa perangkat komputer, empat sekolah tersebut harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).
“Terbatasnya peralatan komputer memang masih belum bisa diantisipasi. Memang ada yang negeri itu sekitar empat sekolah. Sekarang masih belum, tetapi kami target ke depan 2017-2018 harus bisa UNBK semua, ’’ ujarnya, Senin (10/4/2017) di Nunukan.
Baca: Dari Lima Madrasah Aliyah, Hanya Satu yang Ujian Gunakan Komputer
Sekolah negeri yang belum bisa mengikuti UNBK itu masing-masing SMA Negeri 1 Krayan, SMA Negeri 1 Krayan Selatan, SMA Negeri 1 Sebuku dan SMA Negeri 1 Sembakung.
Jika ada empat sekolah negeri di Kabupaten Nunukan yang belum bisa mengikuti UNBK, sejumlah sekolah swasta justru sudah mengikuti UNBK pada tahun ini.
“SMA Taruna di Kecamatan Sebatik Utara dan MA.Al Khairat, Kelurahan Nunukan Tengah sudah UNBK,” katanya.
Sebanyak 20 satuan pendidikan di Kabupaten Nunukan mengikuti Ujian Nasional tahun ini. Rinciannya masing-masing 10 sekolah berstatus negeri dan 10 sekolah berstatus swasta.
“Dari 20 satuan pendidikan ada 8 yang ikut UNBK. Selebihnya sebanyak 12 sekolah ikut UNKP. Mayoritas yang mengikuti UNKP merupakan Madrasah Aliyah (MA),” ujarnya.
Tahun ini sebanyak 1.511 peserta mengikuti Ujian Nasional di Kabupaten Nunukan.
“Detailnya laki-laki 725 peserta, perempuan 786 peserta,” ujarnya. (*)
