Rabu, 3 Juni 2026

Penyidik KPK Disiram Air Keras

Jokowi: Penyerangan terhadap Novel Tindakan Brutal, Saya Mengutuk!

"(Penyerangan terhadap Novel) itu tindakan brutal yang saya mengutuk keras!" ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Tayang:
Ist
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Srlasa (11/4/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Joko Widodo mengutuk keras penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

"(Penyerangan terhadap Novel) itu tindakan brutal yang saya mengutuk keras!" ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Presiden memerintahkan Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavianuntuk mengungkap kasus penyerangan tersebut.

Jokowi mengatakan, kasus ini merupakan 'pekerjaan rumah' Tito yang harus diselesaikan.

"Ini tugas Kapolri untuk mencari (para pelaku)," ujar Jokowi.

Novel dihampiri dua orang menggunakan motor setelah menunaikan shalat di masjid dekat rumahnya di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa subuh.

Baca: BREAKING NEWS - Ada Dua Orang yang Menyiramkan Air Keras ke Wajah Novel Baswedan

Salah satu dari dua orang itu menyiramkan cairan ke wajah Novel, yang diduga air keras. Novel kemudian berteriak kesakitan.

Warga menuturkan, Novel mencuci wajahnya dengan air di masjid sembari berteriak kesakitan.

"Dia kucurin terus sambil bilang, 'tolong saya bawa ke rumah sakit'," ujar Ketua RT 003 RW010 Wisnu Broto.

Kini, Novel dirawat intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading. (Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado)

Novel Baswedan Disiram Air Keras

Penyiram air keras ke wajah penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui mengendarai sepeda motor jenis matik dan berjumlah dua orang.

Seperti diketahui, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal setelah salat subuh berjemaah.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Rukun Tetangga 004/010, Alifanus, yang merupakan Ketua RT rumah Novel, di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Disiram pakai air keras oleh dua laki-laki mengendarai motor matik, sepulang dari masjid sepulang dari salat subuh," ujar Alifanus,Selasa (11/4/2017).

Seperti diberitakan sebelumnya, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diteror usai salat subuh berjemaah di masjid di sekitar rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Wajah penyidik senior KPK tersebut disiram air keras oleh seseorang yang tidak dikenal.

"Ya benar. Disiram (air keras, red) habis salat subuh tadi," ujar Laode M Syarief, salah satu pimpinan KPK, Selasa (11/4/2017).

Laode mengatakan, saat ini Novel masih dirawat di instalasi gawat darurat RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Seperti diketahui, Novel telah beberapa kali mendapat teror.

Tahun lalu, Novel ditabrak mobil ketika sedang mengendarai sepeda motor menuju kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan.

Novel juga dipidanakan atas meninggalnya tahanan, ketika ia menjadi penyidik di Bengkulu, yang telah terjadi pada 2004.

Novel selama ini menangani kasus-kasus besar yang ada di KPK.

Dia merupakan penyidik yang dianggap tidak pandang bulu dalam menangani kasus.

Salah satu kasus besar yang saat ini dia tangani adalah kasus korupsi e-KTP. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved