Objek Usaha Dipasangi Stiker, Pengusaha Langsung Lunasi Pajaknya

Stiker ini, berisi pemberitahuan objek pajak belum melunasi kewajibannya. Ukurannya sebesar 50 x 50 sentimeter.

Objek Usaha Dipasangi Stiker, Pengusaha Langsung Lunasi Pajaknya
TRIBUN KALTIM/RAFAN A DWINANTO
Kepala Bapenda Kaltim, Hermanus Barus. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Langkah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memasang stiker di objek pajak, yang belum melunasi pajak, terbukti efektif.

Dalam triwulan pertama 2017, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda sudah mencapai lebih dari 20 persen.

Stiker ini, berisi pemberitahuan objek pajak belum melunasi kewajibannya. Ukurannya sebesar 50 x 50 sentimeter.

"Sudah Rp 87 miliar di triwulan pertama, dari target kita Rp 424 miliar," kata Kepala Bapenda Samarinda, Hermanus Barus, usai rapat evaluasi PAD, di Pemkot Samarinda.

Barus mengungkapkan, wajib pajak langsung melunasi kewajibannya saat mengetahui objek usahanya dipasangi stiker oleh Bapenda.

"Paling lama dua pekan setelah kita pasangi stiker, langsung dilunasi," ungkap Barus.

Meski demikian, Barus mengakui, dari 11 jenis pajak di Samarinda, beberapa diantaranya belum mencapai target.

Contohnya, kata Barus, pajak sarang burung walet, pajak mineral bukan logam, pajak air tanah, dan Pajak Bumi Bangunan (PBB).

"Penyebabnya bervariasi. Kalau untuk Pajak Sarang Burung Walet, memang tidak pernah tercapai. Karena sarang walet pun makin sedikit," ungkap Barus.

Sedangkan Pajak Mineral Bukan Logam, atau Galian C, menurut Barus lebih disebabkan aktivitas penambangan lebih banyak dilakukan penambang, bukan pemilik atau pemegang izin lahan.

"Sedangkan PBB, biasanya ramai orang bayar itu di September. Atau enam bulan setelah transaksi," katanya.

Namun, Barus berpendapat, perolehan PBB yang berada di kisaran 15 persen di triwulan pertama ini, sudah lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Biasanya, PBB di triwulan pertama itu hanya sekitar 10 persen," katanya lagi. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved