Jaringan Irigasi Tertutup Diharap Tingkatkan Produktivitas Padi Adan

Sebab, infrastruktur irigasi ini baru satu-satunya yang dibangun di Kalimantan Utara, terkhusus di perbatasan dengan sistem pipanisasi.

HO/PUPR PERKIM KALTARA
Pengangkutan pipa ke lokasi proyek jaringan irigasi di Krayan, Kabupaten Nunukan menggunakan bantuan kerbau. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR PERKIM) Kalimantan Utara mengklaim telah menyelesaikan pembangunan jaringan irigasi untuk keperluan pengairan sawah masyarakat di Krayan dan Krayan Selatan Kabupaten Nunukan.

Asbudin, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Proyek ini mengemukakan, pembangunan jaringan irigasi yang berlokasi di Desa Berian Kecamatan Krayan ini diplot sebagai pilot project di Kalimantan Utara.

Sebab, infrastruktur irigasi ini baru satu-satunya yang dibangun di Kalimantan Utara, terkhusus di perbatasan dengan sistem pipanisasi.

"Kami mengandalkan mata air dari atas bukit. Dulunya ada irigasi terbuka yang dibuat di Kabupaten Nunukan. Akan tetapi airnya tidak bisa sampai ke lahan persawahan masyarakat. Maka kami buatkan jaringan irigasi sistem tertutup, memakai pipa," kata Asbudin saat disua Tribun, Rabu (12/4/2017) pukul 15.30 Wita.

Dari bendungan dengan lebar 20 meter dengan tinggi 2 meter, lalu dipasang pipa sepanjang 6,5 kilometer menuju lokasi persawahan.

Rencananya pipa ditarget hingga mencapai 12 kilometer, namun baru terpasang 6,5 kilometer.

Volume air yang tertampung di bendungan bisa mengaliri sedikitnya 500 sampai 600 hektare areal persawahan dengan mengairi 6 desa salah satunya Desa Berian Baru.

Bendungan ini sebutnya sudah dioperasikan sejak penghujung tahun 2016.

Beberapa hari yang lalu, bendungan sempat tertutupi endapan lumpur akibat banjir. Kata dia, sementara ini bendungan dalam tahap pembersihan endapan.

"Kami bersihkan dulu lumpurnya sekaligus menutup pipa, supaya lumpur tidak masuk ke dalam pipa. Saat ini masih dalam pembersihan. Jadi tidak benar jika ada pihak yang mengatakan bahwa bendungannya terbawa arus banjir," ujar pria yang juga menjabat sebagai Kasi Jembatan dan Bangunan Pelengkap Dinas PUPR PERKIM Kalimantan Utara.

Hadirnya jaringan irigasi desa di perbatasan lanjut dia diharapkan bisa meningkatkan produktivitas atas usaha tani masyarakat Krayan yang selama ini menghasilkan beras berkualitas terbaik, beras Adan.

Selain fungsi layanan irigasi, jaringan irigasi ini juga dapat berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat.

Kata Asbudin, penyediaan jaringan air bersih ini akan dilaksanakan oleh masyarakat.

"Kami siapkan sambungan-sambungan di pipa-pipa air yang menuju area persawahan itu. Kemudian nanti di pipa-pipa itu bisa dibuatkan sambungan ke penampung seperti tandon. Dan air dari tandon itu yang akan dialirkan nanti ke rumah-rumah warga," ujarnya.

Selama pengerjaan, jaringan irigasi ini turut melibatkan masyarakat setempat. Salah satu tantangannya ialah tidak adanya kendaraan operasional pengangkutan pipa menuju lokasi dikarenakan jalan dan jembatan belum tembus menuju lokasi proyek.

"Semua pipa dipindahkan menggunakan bantuan hewan yaitu kerbau dan dipikul oleh masyarakat" ujarnya.

Jaringan irigasi ini dibangun dengan dana senilai Rp 11,2 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum Tahun 2016. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved