Waduh, dengan Alasan Penerbangan sudah Penuh, Dua Penumpang Dipaksa Turun dari Pesawat

Manoj dan Viddha disuruh pulang menuju terminal Bandara Luton dan mengambil semua bagasi mereka tanpa menerima kompensasi apapun.

Waduh, dengan Alasan Penerbangan sudah Penuh, Dua Penumpang Dipaksa Turun dari Pesawat
(PA/The Sun)
easyJet, salah satu maskapai terbesar di Inggris yang berbasis di Luton, Inggris utara. 

TRIBUNKALTIM.CO –  Kurang dari 24 jam setelah penyeretan seorang dokter dari pesawat United Airlines di Chicago, AS, dua warga London, Inggris diusir dari pesawat easyJet di Luton.

Rencana perjalanan untuk libur Paskah selama enam hari dan pemesanan hotel yang tidak bisa diuangkan lagi senilai 1.270 poundsterling atau Rp 21,3 juta pun menjadi masalah besar.

Maskapai komersial Inggris itu telah menjual tiket melebihi kapastias tempat duduk pesawat untuk penerbangan EZY2383 dari Luton, Inggris utara ke Catania, Sisilia, Italia.

Akibatnya, pasangan yang telah naik di pesawat EZY2383 itu pun diusir  turun pada Senin (10/4/2017) lalu, seperti dilaporkan The Independent, Minggu (16/4/2017).

Pasangan warga London yang terkena dampak adalah Manoj (38) dan Viddha (35) – yang meminta nama keluarganya dirahasiakan – membayar tiket menuju Catania, Sisilia, senilai Rp 10,4 juta.

Baca: Akankah Maskapai yang Pramugarinya Berbikini akan Mengajukan Izin Penerbangan ke Indonesia?

Baca: Demi Keselamatan Penerbangan, Ini 10 Pesan Rahasia Pilot kepada Penumpang

Manoj dan Viddha disuruh pulang menuju terminal Bandara Luton dan mengambil  semua bagasi mereka tanpa menerima kompensasi apapun.

“Ini adalah situasi yang sangat memalukan,” kata Manoj, seorang konsultan IT.

“Penerbangan ini ternyata sudah penuh dan kami disuruh turun dari pesawat oleh dua staf di pesawat yang saat itu sedang siap terbang.”

Halaman
123
Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved