Demi Umat Islam, Klub Sepak Bola di Negara Eks Komunis Ini Tolak Bermain di Hari Jumat
Vitali Murko, petinggi dari Asosiasi Persepakbolaan Rusia juga tak mempermasalahkan Anzhi meminta permintaan tersebut.
TRIBUNKALTIM.CO - Klub sepak bola Rusia, Anzhi Makhachkala mempunyai permintaan khusus untuk pihak penyelenggara kompetisi.
Mereka ingin pertandingan dari klub tersebut ditiadakan di hari Jumat.
Alasannya sangat islami, karena pada hari tersebut adalah hari suci bagi umat Islam, terlebih lagi pada hari itu para pria wajib untuk menuaikan ibadah shalat Jumat.
Ya, tempat Anzhi bermukim memang berada di daerah bernama Dagestan, wilayah di Rusia tempat mayoritas Muslim bermukim.
Vitali Murko, petinggi dari Asosiasi Persepakbolaan Rusia juga tak mempermasalahkan Anzhi meminta permintaan tersebut.
"Saya melihat tak ada masalah menerima petisi dari Anzhi," ujar Vitali yang menjabat sebagai presiden asosiasi tersebut, dilansir SuperBall.id dari Marca.
"Rusia besar dan negara yang multi etnis," sambung dia.
Baca: Ternyata, Timnas Indonesia Gagal Shalat Jumat Gara-gara Hal Ini
Baca: Lelaki Muslim Wajib Baca, Inilah Kekurangan Shalat Jumat yang Perlu Diperbaiki
Baca: Mengagumkan, Suasana Shalat Subuh di Negara Ini Seramai Shalat Jumat di Indonesia
Sementara itu klub lain, Terek Grozny yang berbasis di Chechnya dan memiliki populasi penganut Islam yang besar, tak ingin melakukan hal yang serupa dengan Anzhi.
Permintaan Anzhi pun disetujui, buktinya pekan lalu saat bertemu Terek keduanya memainkan laga pada Sabtu (22/4/2017).
Anzhi terbilang cukup ternama layaknya Spartak Moskow dan Zenit Saint Petersburg di Liga Rusia dan Eropa.
Mereka pernah diperkuat mantan bintang dunia, Roberto Carlos dan Samuel Eto'o.
Pemilik klub, Suleiman Kerimov, bahkan sedang membangun stadion baru bernama Anzhi Arena yang berkapasitas 28 ribu orang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/anzhi-makhachkala_20170424_170037.jpg)