Diet

Jangan Sembarangan Diet, Apalagi Ikuti Tren di Sosial Media

Masalahnya, NOS menjelaskan bahwa kebanyakan anak muda yang melakukan diet ini hanya mengacu pada orang-orang yang mereka lihat di sosial media.

Jangan Sembarangan Diet, Apalagi Ikuti Tren di Sosial Media
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO -- Media Sosial (medsos) seringkali membangkitkan dorongan untuk melakukan berbagai jenis diet. Sayangnya, kebanyakan saran diet tersebut tak memiliki standar sehat dan bukan disarankan oleh ahlinya.

Sebuah survei yang dilakukan oleh National Osteoporosis Society (NOS) menemukan bahwa 4 dari 10 orang berusia 18 dan 24 telah mencoba tren diet clean eating, di mana pelaku diet umumnya memotong asupan gluten, susu, atau makanan olahan.

Masalahnya, NOS menjelaskan bahwa kebanyakan anak muda yang melakukan diet ini hanya mengacu pada orang-orang yang mereka lihat di medsos.

Sehingga, makan bersih ini justru menjadi “bom waktu” untuk kesehatan tulang anak muda, yaitu berisiko tinggi kekurangan kalsium, hingga akhirnya mengalami osteoporosis.

Walau diet clean eating dapat menjadi pilihan mereka yang alergi gluten dan susu, peneliti menyayangkan bahwa banyak orang yang mencoba diet, namun tidak melakukan penelitian melalui sumber terpercaya dan terakreditasi.

Mereka hanya melihat foto di media sosial dan mencoba untuk meniru apa yang mereka lihat tanpa konsultasi tentang pilihan makan yang tepat untuk tubuh mereka pada ahlinya.

Peneliti menekankan, bahwa jika pelaku diet ingin memotong asupan makanan tertentu seperti susu, nutrisi penting yang ada dalam susu harus diganti melalui sesuatu yang lain, misalnya sayuran hijau dan kacang-kacangan yang kaya sumber kalsium.

"Ada sangat banyak alasan bagi orang-orang muda untuk tidak mengonsumsi susu," kata Susan Lanham-New, seorang penasihat NOS dan kepala ilmu gizi di Universitas Surrey.

"Namun, jika Anda kekurangan asupan kalsium berkepanjangan, kondisi itu akan menempatkan Anda pada risiko fraktur osteoporosis di kemudian hari, dan itu akan membuat Anda berisiko lebih besar untuk alami patah tulang." (Kompas.com/Bestari Kumala Dewi)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved