Breaking News:

Tabrak Truk Pengangkut Material Bandara, Pelajar Tewas di Tempat

Tapi secara umum di Kabupaten Bulungan, kata dia, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di bawah umur makin kerap terjadi.

Penulis: Doan E Pardede | Editor: Trinilo Umardini
TRIBUNKALTIM/DOAN PARDEDE
Sepeda motor dan dump truk pengangkut material untuk bandara melintas di Jalan Agatis, tak jauh dari lokasi kecelakaan yang sudah menelan korban seorang pelajar, Kamis (27/4/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah dump truk pengangkut material untuk bandara dan sebuah sepeda motor di persimpangan Jalan Agatis-Jalan Serindit, Tanjung Selor pada Rabu (26/4/2017) lalu, telah mengakibatkan seorang pelajar SMA di Kabupaten Bulungan meninggal dunia.

Korban meninggal di tempat setelah sepeda motor miliknya masuk ke kolong dump truk.

Pj Humas Polres Bulungan, Aiptu Tutut Murdayanto, Kamis (27/4/2017) menegaskan, kasus kecelakaan ini harus jadi pelajaran bagi semua pihak.

Memang menurutnya, khusus untuk kasus terakhir ini, pelajar tersebut sudah berusia 18 tahun.

Tapi secara umum di Kabupaten Bulungan, kata dia, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di bawah umur makin kerap terjadi.

Dan untuk kesekian kalinya, Polres kembali mengimbau agar orangtua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

Jika masih masih di bawah umur, orangtua seharusnya melarang anak-anak mengendarai sepeda motor. Dan jika sudah cukup, harusnya langsung diarahkan untuk mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM).

Jika tetap abai, tegasnya, sama saja orangtua menyabung nyawa anaknya di jalanan.

Bersama Pemkab Bulungan, Polres Bulungan sendiri beberapa waktu lalu sudah menggalakkan penggunaan sepeda bagi pelajar.

"Kalau masih di bawah umur, jangan dibiarkan menggunakan kendaraan bermotor. Bisa naik sepeda atau kendaraan umum saja," ujarnya.

Dan terkait intensitas pengangkutan material untuk landasan pacu (runway) bandara Tanjung Harapan di jalan umum yang semakin meningkat belakangan ini, menurutnya juga jadi perhatian.

Sejauh ini, kata dia, berdasarkan pengamatan, di jalan-jalan yang dilalui dump truk pengangkut material memang sudah ditempatkan rambu dan petugas sebagai penanda kepada pengguna jalan.

Namun Tutut juga mengakui bahwa kelengkapan rambu tidak jadi jaminan bahwa kecelakaan tidak bakal terjadi. Kesadaran pengemudi untuk selalu berkendara sesuai aturan dan tidak ugal-ugalan di jalan, mutlak diperlukan.

"Mereka (sopir truk) juga jangan mau kejar rit-nya saja. Ya untuk semua pihaklah. Taati aturan. Bukan hanya tertib administrasi, tertib berlalu lintas juga," ujarnya. (*)




Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved