Di Depan Walikota, Sopir Angkot Keluhkan Premium Sulit di Pasaran
Aco juga mengeluhkan menurunnya pelanggan angkot saat ini yang juga dipicu oleh banyaknya moda transportasi online yang menjamur.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Paska pembacaan deklarasi Forum Komunikasi Serikat Buruh/Pekerja Kota Balikpapan di perayaan May Day di Cafe Kilang Patra Melawai Beach jalan Jendral Sudirman, Senin (1/5/2017), mendadak muncul seorang lelaki berbaju biru dari kerumunan.
Dengan membawa mic yang tersambung dengan pengeras suara, lelaki yang belakangan diketahui bernama Aco dan berprofesi sebagai sopir angkot trayek nomor dua di Balikpapan tersebut, mengutarakan tuntutanya terkait semakin susahnya mendapatkan SPBU di Kota Balikpapan yang menjual bensin jenis Premium.
Aco menduga pihak Pertamina sengaja menghentikan bensin jenis premium tanpa melakukan sosialisasi terlebih dahulu.
Di hadapan Wakil Ketua DPRD Balikpapan Syariffudin Odang, Walikota Balikpapan Rizal Effendi didampingi oleh, Kapolres Balikpapan Jeffry Dian Juniarta, dan beberapa pejabat lainnya, Aco mengutarakan sulitnya menemukan SPBU yang menjual bensin premium di Kota Balikpapan.
Akibat, ia dan rekan-rekan seprofesinya terpaksa membeli bensin jenis Pertalite yang harganya lebih mahal ketimbang Premium.
(Baca juga: BREAKING NEWS - Pertamina Tegaskan Tumpahan Minyak di Pantai Bukan Miliknya )
“Ini sejak 21 April 2017 hilang Premium dari SPBU di Balikpapan. Saya jadi terpaksa beli Pertalite dengan harga 7,700, selisih 1,000 dengan Premium,” ujar Aco.
Kata Aco, dengan membeli bensin jenis Pertalite, secara otomatis menaikan biaya oprasional dan menyebabkan gaji yang ia terima berkurang drastis.
Aco juga mengeluhkan menurunnya pelanggan angkot saat ini yang juga dipicu oleh banyaknya moda transportasi online yang menjamur.
“Rata-rata sehari paling banyak mendapat 300,000/harinya” kata Aco. Ia mengisahkan dahulu ketika masih menggunakan premium, dirinya hanya mengeluarkan Rp 130.000 untuk bahan bakar, Rp 130.000 untuk setoran ke juragan angkot. Rata-rata dirinya bisa membawa pulang 40.000 sehari.
“Sekarang sejak pakai Pertalite, sehari habis Rp 160.000 untuk bensin, bayar setoran Rp 130.000, sisa Rp 10.000. Banyak kawan juga yang nombok, mau makan apa kita,” geram Aco.
Aco tidak sendiri, ia mengutarakan, nasib serupa juga terjadi pada tujuh trayek angkot di Balikpapan yang jumlahnya mencapai 1,500 unit.
“Dalam waktu dekat, kalau tidak segera direspon, kami akan turun ke Dewan Perwakilan Kota,” tegas Aco
“Besok (2/5/2017) rencana akan kita ketemu. Pak Kapolres Balikpapan (AKBP Jeffry Dian Juniarta) sudah fasilitasi tadi, kita akan kordinasi kita tanyakan dulu kenapa itu terjadi, kalau nanti ada usulan apakah ada SPBU yang ditunjuk khusus untuk melayani angkot atau seperti apa,” ujar Syariffudin Odang selaku Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan
Kapolres Balikpapan AKBP Jeffry Dian Juniarta membenarkan hal tersebut, pihaknya sudah menerima keluhan para sopir angkot diantaranya persoalan sulitnya mendapat premium dan penurunan pendapatan karena persaingan dengan moda transportasi lain semisal Go-Jek
“Besok (25/5/2017) kita fasilitasi dan kita antar (sopir angkot) ke Pertamina,” ujar Jeffry. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/may-day_20170501_175644.jpg)