Korut Berhak Hukum Warga AS

Pyongyang: Korut Berhak “Hukum Kejam” Tahanan Warga AS

Pemimpin muda Korea Utara, Kim Jong Un, Kamis (11/5/2017), menyatakan berhak menghukum berat warga negara Amerika Serikat yang ditahan di Pyongyang.

TRIBUNKALTIM.CO, PYONGYANG – Rezim pemimpin muda Korea Utara, Kim Jong Un, Kamis (11/5/2017), menyatakan berhak menghukum berat warga negara Amerika Serikat yang ditahan di Pyongyang.

Menurut The Indepencent, Jumat ini, sudah empat warga AS yang ditahan oleh rezim Korut.

Dilaporkan, Korut telah menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk "menghukum dengan kejam" warga AS yang telah ditahan karena kejahatan melawan Pyongyang.

Negara komunis di Asia Timur itu, akhir pekan lalu,  mengumumkan bahwa aparat keamanan telah menahan seorang warga AS lain dan dia menjadi orang keempat warga AS yang ditahan.

Mengutip kantor berita KCNA Korea Utara, Reuters mengatakan bahwa pemerintah telah menyatakan kejahatan yang telah dituduhkan Amerika akan segera diumumkan.

Korut, yang bernama resmi Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), mengatakan telah menahan Kim Hak Song, dosen di Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang, Sabtu (6/5/2017).

Pejabat di negara komunis tersebut mengatakan, Kim Hak Song ditahan karena dicurigai melakukan "tindakan bermusuhan" terhadap rezim Kim Jong Un.

"Sebuah lembaga berwenang DPRK telah menahan warga negara AS, Kim Hak Song, pada 6 Mei di sesuai bawah Undang-Undang DPRK karena dia melakukan tindakan yang bermusuhan,” demikian kantor berita resmi Korut, KCNA.

Warga negara AS ketiga, Kim Sang Dok, dari universitas yang sama, juga ditahan pada akhir April 2017 atas tuduhan melakukan tindakan bermusuhan, demikian media resmi Korut.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa mereka mengetahui penahanan terbaru sebagaimana dilaporkan secara luas di media massa.

Halaman
12
Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved