Samarinda Rawan Berita Hoax, Mahasiswa Diajak Cerdas Memilah Informasi

Faisal menjelaskan, untuk memilah benar atau hoax-nya informasi, diperlukan kecerdasan masing-masing individu.

Samarinda Rawan Berita Hoax, Mahasiswa Diajak Cerdas Memilah Informasi
tribunkaltim.co/rafan arif dwinanto
Sosialisasi Antihoax di Politeknik Negeri Samarinda berlangsung menarik 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Usai dideklarasikan beberapa waktu lalu, Gerakan Antihoax yang digagas jurnalis di Kaltim mulai melaksanakan program kerjanya, berupa sosialisasi antihoax ke berbagai kalangan.

Kalangan yang pertama disasar dalam sosialisasi ini adalah mahasiswa. Jumat (12/5/2017), Gerakan Antihoax menggelar sosialisasi di Politeknik Negeri Samarinda.

"Gerakan ini melibatkan banyak pihak untuk turut serta melawan dan mengantisipasi informasi hoax. Wilayah kampus menjadi agenda sosialisasi kami saat ini," ujar Ketua Gerakan Antihoax, Jurnalis Kaltim," Charles Siahaan. 

Puluhan mahasiswa tampak serius menyimak materi yang dipaparkan Sekretaris Gerakan Antihoax, Faisal Rahman, dan Kepala Kantor Berita Antara Kaltim, Didik Kusbiantoro dan, Kasubag Humas Polresta Samarinda, Ipda Danovan.

Baca: Petisi Antihoax, SBY: Saya dan Keluarga Pribadi Sering Menjadi Korban Hoax, Korban Fitnah

Baca: Waduh. . . Marissa Haque Sebar Berita CNN soal Utang Ahok untuk Karangan Bunga, Ternyata Hoax!

Faisal menjelaskan, untuk memilah  benar atau hoax-nya informasi, diperlukan kecerdasan masing-masing individu.

"Perlu kecerdasan dan pemahaman untuk menangkal hoax. Mahasiswa, sebagai kaum terpelajar, seharusnya bisa memahami hal tersebut," katanya.

Indonesia, termasuk Samarinda, lanjut Faisal, tak lepas dari ancaman berita hoax. Terlebih, memasuki tahun politik. "Samarinda ini termasuk rawan hoax," tegasnya.

Sementara, Didik menjelaskan sejatinya informasi atau berita hoax sudah ada sejak dulu. Hanya saja, penyebarannya tidak massif seperti saat ini. Terutama melalui media sosial (medsos).

"Di era digital seperti saat ini, menyebarkan berita hoax jadi semakin mudah," kata Didik. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved