13 Guru Sempat Lega Tunjangan Cair, Tapi Resah Lagi karena Ancaman SP dari Kepala Disdik

"Saya tak tahu, apakah SP 1 atau 2. Hanya disebut akan menerima peringatan atas aksi kemarin," ujarnya.

13 Guru Sempat Lega Tunjangan Cair, Tapi Resah Lagi karena Ancaman SP dari Kepala Disdik
tribunkaltim.co/anjas pratama
Dayang Budiati (berjilbab), Kepala Disdik Kaltim, saat menemui guru PNS yang lakukan demo di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (22/5). 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Anjas Pratama

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pencairan tunjangan tambahan penghasilan (TTP) bagi guru aparatur sipil negara (ASN), Rabu (24/5) kemarin, menjadi kabar baik bagi para guru, khususnya untuk 13 guru yang menjadi koordinator aksi demo di gubernuran.

Gunawan, Ketua Forum Guru ASN mengaku lega usai mengetahui dana TTP benar‑benar sudah cair.

Saat proses pengecekan di ATM, Tribun melihat Gunawan agak sedikit was‑was. Takut jika ketika mengecek ATM, dana TTP masih belum bisa diakses. Tetapi, rasa was‑was Gunawan hilang, usai dana TTP sudah diterimanya.

"Ya, nggak jadi diblokir. Sudah cair," katanya sambil tertawa. Dikonfirmasi Tribun setelahnya, Gunawan mengungkapkan, dirinya langsung mengirimkan pesan Line kepada istrinya, perihal sudah cairnya tunjangan tambahan penghasilan tersebut.

"Sudah. Saya kirim pesan. Istri membalas dan bilang Alhamdulillah. Ini uangnya mau beli baju, buku, dan lainnya. Ya, untuk keperluan sehari‑hari," katanya.

Ditanyakan apakah kemarin istrinya marah, ketika tahu suami menjadi koordinator demo guru yang berimbas pemblokiran rekeningnya, Gunawan mengatakan, bahwa istri bisa memahami. "Tak apa‑apa. Istri mengerti saja. Untung saja istri ngerti kalau ini imbas dari demo kemarin. Istri tak terlalu shock. Biasa saja," ujarnya.

Meski demikian, Gunawan menuturkan, ia dan teman‑teman lain sempat bingung, jika hingga Ramadhan nanti TTP tak kunjung cair.

"Teman‑teman sempat bilang, bahaya nih, kalau tak cair sebelum puasa. Kan berat untuk guru‑guru ASN yang ada pinjaman di bank. Mereka sebulan bisa dapat sejuta saja, akibat gajinya dipotong. Jadi, TTP jadi harapan terakhir," ujarnya.

Dibukanya rekening guru‑guru lain juga ikut disampaikan Anugerah, guru terblokir rekening lainnya. "Oh, pak Gunawan sudah ya. Nanti saya minta teman‑teman cek juga," katanya.

Ia langsung mengiyakan hal tersebut, usai lakukan pengecekan. Sehari sebelumnya, Anugerah sempat kecewa. Mereka dan kawan‑kawan yang paling vokal menyuarakan gaji TTP, justru mendapat pencairan paling belakang.

"Mirisnya, kami yang berjuang (menjadi kordinator aksi) justru kami yang tak bisa mengambil uang, saat teman‑teman kami bisa ambil uang. Teman‑teman ambil uang ramai‑ramai, tetapi kami tak bisa," katanya waktu itu, Selasa (23/5).

Meski sudah cair, lanjut Anugerah, 13 guru tersebut masih harus menuggu lagi, perihal pembinaan Disdik Kaltim. Mereka menerima telepon langsung dari Kadisdik Kaltim Dayang Budiati yang berujar akan diberi surat peringatan.

"Saya tak tahu, apakah SP 1 atau 2. Hanya disebut akan menerima peringatan atas aksi kemarin," ujarnya. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved