News Analysis

Gay Bukan Gangguan Jiwa

Seorang pria tidak bisa tiba-tiba mengenali dirinya sebagai gay. Perlu proses dan waktu untuk menyadari dirinya seorang gay.

Gay Bukan Gangguan Jiwa
Superball
Ilustrasi pasangan gay 

Ayunda Ramadhani
Psikolog Klinis, Klinik Famro Samarinda

GAY adalah sebutan pria yang memiliki ketertarikan emosi dan hubungan seksual terhadap pria lain. Kondisi seperti ini kerap disebut homosekseual atau memiliki ketertarikan fisik dan emosional dengan individu berjenis kelamin sama.

Orientasi seksual tidak bisa diubah. Orientasi seksual itu pilihan. Ada orang yang memutuskan berhubungan dengan sesama jenis. Itu normal, selama mereka nyaman dengan orientasi mereka. Pilihan menentukan orientasi seksual ada di tangan orang itu sendiri.

Seorang pria tidak bisa tiba-tiba mengenali dirinya sebagai gay. Perlu proses dan waktu untuk menyadari dirinya seorang gay.

Beberapa faktor yang mendorong pria menjadi gay, antara lain sakit hati ditinggal perempuan, pelecehan seksual waktu kecil/pubertas, proses belajar dari lingkungan sekitar hingga trauma karena membenci sosok orangtua sebagai panutan keluarga.

Hal ini mendorongnya lebih menyukai perilaku perempuan dan lainnya.

Proses seorang menjatuhkan pilihan orientasi seksualnya menjadi gay selama pria tersebut merasa nyaman sebenarnya bukanlah sebuah masalah.

Masalah baru akan muncul ketika pria bersangkutan mengalami kecemasan, depresi membahayakan psikologi dan kesehatan dan jiwa karena belum menerima keadaan atau tekanan norma sosial dari masyarakat.

Kondisi ini muncul, karena masyarakat masih banyak menganut norma heternonormatif, meyakini gender hanya terdiri dari laki-laki dan perempuan. Mereka yang dianggap di luar dari gender tersebut dianggap penyimpangan bahkan dicap gangguan mental.

Secara umum gay sendiri masuk dalam kategori LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Asosiasi Pskiatris Amerika pada 1973 sudah tidak lagi memasukkan gay dan lesbian sebagai sebuah penyakit gangguan jiwa. Diagnostic Manual of Mental Disorder (DSM) III 1973 dan DSM IV dan V juga telah mengeluarkan homoseksual dari penyakit gangguan jiwa.

Halaman
12
Penulis: Alfiah Noor Ramadhany
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved