Berita Pemkab PPU

Mustaqim MZ: Jangan Jadikan Puasa Alasan untuk Bermalas-malasan Melayani Masyarakat

Wabup Mustaqim MZ mengatakan, jam kerja pegawai selama ramadhan memang mengalami pengurangan selama 1 jam

Mustaqim MZ: Jangan Jadikan Puasa Alasan untuk Bermalas-malasan Melayani Masyarakat
HO/Humas Pemkab PPU
Para pegawai PPU mendengarkan cermah seusai salat Dzuhur 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM-Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mustaqim MZ meminta seluruh pegawai agar tetap melaksanakan tugas seperti biasa, meskipun saat ini bulan Ramadhan. Karena bulan Ramadhan bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan dan tidak memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat.

Wabup Mustaqim MZ mengatakan, jam kerja pegawai selama ramadhan memang mengalami pengurangan selama 1 jam. Ia mengatakan, bulan ramadhan ini tetap harus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan sampai alasan puasa sehingga pelayanan malah menurun. Saya harapkan pegawai tetap bekerja seperti biasa,” katanya, Senin (29/5).

Bukan hanya itu lanjutnya, selama bulan ramadhan ini Pemkab PPU juga melaksanakan salat berjamaah di Aula Lantai I Kantor Bupati. Selain itu, juga disiapkan penceramah untuk memberikan kuliah tujuh menit (Kultum) setelah salat berjamaah..

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar menjelaskan, pengaturan jam kerja Bulan Ramadhan tahun ini memang ada perbedaan tahun sebelumnya. Bila tahun sebelumnya para pegawai jam kerja dimulai pukul 08.00-15.00, namun untuk tahun ini terjadi perubahan dari pukul 08.00-15.30 Wita.

“Jadi jam kerja selama puasa tahun ini lebih lama 30 menit dari tahun lalu. Namun berbeda dengan pegawai yang bekerja selama 6 hari mereka pulang lebih cepat 30 menit dari pegawai 5 hari kerja,” jelas Tohar.

Bukan hanya itu lanjutnya, tahun lalu tidak dilakukan pengaturan mengenai jam istirahat namun untuk tahun ini sudah diatur jam istirahat dari pukul 12.00-13.00 Wita.

Bukan hanya itu, Tohar juga mengingatkan kepada pelayanan terutama puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (SKPD), untuk melakukan pengaturan agar pelayanan tidak terganggu. Untuk itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan puskesmas maupun RSUD untuk mengatur jam kerja pegawai, agar pelayanan tidak terganggu.

“Misalnya siapa yang masuk pagi sampai siang kemudian lanjut lagi sampai malam, itu diserahkan sepenuhnya kepada pimpinan puskesmas maupun RSUD untuk mengatur,” ucapnya. Selain itu lanjutnya, pegawasan juga diserahkan kepada pimpinan SKPD terkait dengan jam istirahat pegawai selama puasa ini.

Tohar berharap meskipun Bulan Ramadhan namun semangat dan kinerja pegawai tidak boleh mengalami penurunan dan harus bekerja seperti biasa. “Jadi tidak ada alasan karena puasa sehingga kinerja juga menurun,” katanya. (advertorial/mir)

Penulis: Samir
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved