Breaking News

BREAKING NEWS - Terjebak Banjir, Warga Tunggu Surut hingga 4 Jam Lebih di Emperan Toko

Anak dan istri saya sudah saya hubungi. Mereka sudah hafal kalau hujan deras pasti jalanan DI Panjaitan banjir.

Tribunkaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo
Warga menunggu banjir surur di pinggir jalan maupun emperan toko di kompleks perumahan, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (31/5/2017) . 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Warga rela menunggu surutnya air banjir hingga berjam jam di persimpangan jalan DI Panjaitan Perumahan Alaya, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim),  Rabu( 31/ 5/ 2017) .

Pantauan TribunKaltim.co, pukul 21.00 warga masih bertahan di emperan toko kompleks perumahan.

Pengemudi mobil harus rela berjalan merayap macet hingga 500 meter.

Mengingat waktu banjir terjadi, tepat di saat buka puasa untuk Kota Samarinda sekitar pukul 18.15 Wita, para pengemudi dan pengendara yang terjebak banjir berbuka puasa di emperan toko dan membeli makanan dari pedagang kaki lima yang kebetulan melintas.

Novi, warga Jalan Damanhuri yang dalam perjalanan pulang, mengatakan, "Saya baru kelar syuting video bersama rekan kerja ucapan selamat berpuasa dan selamat Lebaran di kawasan Masjid Baitul Muttaqien Islamic Centre."

Warga menunggu banjir surur di pinggir jalan maupun emperan toko di kompleks perumahan, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (31/5/2017).
Warga menunggu banjir surur di pinggir jalan maupun emperan toko di kompleks perumahan, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (31/5/2017). (Tribunkaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo)

Namun, Novi urung mengendarai mobilnya menerobos banjir karena macetnya luar biasa. "Saya hubungi suami jika saya terjebak kemacetan menunggu di perumahan ini," ujarnya.

Warga Kelurahan Lempake, Amat mengaku pasrah dengan banjir yang sering dirasakan.

"Anak dan istri saya sudah saya hubungi. Mereka sudah hafal kalau hujan deras pasti jalanan DI Panjaitan banjir. Saya siap-siap menitip motor jika sampai larut malam banjir belum surut.

Seperti akhir 2016 saya terpaksa menitipkan sepeda motor di parkiran pusat belanja kemudian saya pulang ke rumah, " tuturnya.

Banjir dikawasan Kecamatan Sungai Pinang tampak menggenangi jalan bahkan toko yang lebih rendah dari permukaan jalan terendam.

Diduga banjir karena buruknya drainase dan aktivitas pemgupasan lahan oleh pertambangan batu bara memyebabkan kawasan penunjang lalu lintas Samarinda- Bontang lumpuh. (*)

Penulis: Nevrianto
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved