Kesehatan

Cuma Sempat Sahur dengan Nasi, Mi Instan, dan Telur? Cukup Sekali dan Jangan Dilakukan Lagi!

Tanpa makanan, kadar gula pada darah orang tersebut akan menurun sehingga merasa lemas.

Cuma Sempat Sahur dengan Nasi, Mi Instan, dan Telur? Cukup Sekali dan Jangan Dilakukan Lagi!
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Selain beras merah, sumber karbohidrat tinggi serat lainnya seperti kentang yang dimakan bersama kulitnya dan roti gandum juga bisa menjadi pilihan.

Kemudian, jangan lupa juga untuk mengonsumsi protein dan lemak. Dokter Samuel memperingatkan untuk tidak makan protein yang terlalu tinggi di saat sahur.

Sebab, protein yang terlalu tinggi akan membutuhkan lebih banyak air untuk dicerna sehingga dapat menyebabkan kehausan.

“Jadi, ya makan ikan atau ayam, tetapi tidak boleh itu saja. Kan ada orang yang tidak makan nasi, makannya hanya protein saja. Itu tidak boleh saat lagi puasa,” ucapnya.

Baca: Praktis untuk Menu Sahur: Brokoli Saus Jamur, Cukup 15 Menit Bikin Makanmu Jadi Lebih Istimewa

Lalu, lemak pun harus dipilih yang sehat dan bukan dari gorengan. Dia menuturkan, kalau lemak dari gorengan itu lemak trans yang sangat berbahaya.

Jadi, dipilihkan lemak yang sehat, misalnya yang tidak digoreng dan berasal dari ikan yang tidak digoreng juga. Terlalu banyak makan gorengan malah akan memberikan rasa haus di mulut.

Untuk melengkapi menu sahur Anda, sayur dan buah yang tinggi serat juga tidak boleh ketinggalan.

Lalu, jangan lupa juga untuk minum setidaknya tiga gelas air dan hindari kopi atau teh yang bersifat diuretik atau membuang air.

Nah, ketika menjelang imsak, perut harus diisi kembali dengan buah yang tinggi air, karbohidrat kompleks, dan serat.

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved