Ramadhan

Bukannya Membangunkan Warga, Bagarakan Sahur Dianggap Malah Mengganggu

Bukannya membantu warga bangun sahur, malah warga tidak senang dengan aktivitas itu. Karena musiknya sangat mengganggu.

Bukannya Membangunkan Warga, Bagarakan Sahur Dianggap Malah Mengganggu
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HADI PRASETYO
Pengendara motor membangunkan sahur membawa pengeras suara keliling kota melalui jalan Awang Long tampak kurang memperhatikan keselamatan berlalu lintas, beberapa waktu lalu (13/7/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jajaran kepolisian dari Polresta Samarinda menegaskan, akan segera menertibkan aktivitas bagarakan sahur yang kerap dilakukan oleh anak di bawah umur, dengan berkonvoi dan menyalakan musik dengan menggunakan pengeras suara.

"Itu bukan cermin tradisi yang baik, karena saat ini bagarakan sahur malah hanya dijadikan ajang berkumpul saja, dengan melakukan konvoi kendaraan, lalu menyalakan musik nyaring-nyaring, lagunya juga bukan lagu yang berbau religi, namun malah lagu disko," tutur Kasubag Humas Polresta Samarinda, Ipda Danovan, Sabtu (3/6/2017).

"Bukannya membantu warga bangun sahur, malah warga tidak senang dengan aktivitas itu. Karena musiknya sangat mengganggu, hal ini warga sendiri yang mengadu kepada kami untuk menertibkan mereka," tambahnya.

Lanjut dia menjelaskan, pihaknya telah melakukan penertiban dengan menurunkan personel Sabhara yang melakukan patroli motor di saat jam menjelang sahur.

Selain itu, aktivitas bagarakan sahur tersebut juga dinilai melanggar tata tertib lalu lintas, mulai dari tidak menggunakan helm, hingga tidak adanya kartu izin mengemudi, pasalnya banyak anak dibawah umur yang ikut dalam bagarakan sahur itu.

"Langgar lalu lintas juga, jadi memang seharusnya jangan melakukan bagarakan sahur yang seperti itu. Yang buka baju, teriak-teriak, dan banyak yang tidak pakai helm," ungkap mantan Kanit Binmas Polsekta Samarinda Ilir tersebut.

Dia pun meminta kepada orangtua, agar lebih ketat lagi mengawasi pergaulan anak-anaknya, serta melarang anaknya untuk keluar pada jam-jam jelang waktu sahur hingga subuh, pasalnya hal itu bisa saja dimanfaatkan anak-anak untuk balapan liar dan juga ikut rombongan bagarakan sahur.

"Peran serta orangtua tentu sangat kami harapkan, dapat menahan anaknya dirumah dan tidak keluar saat jam-jam sahur hingga subuhan, karena tak sedikit yang ikut balapan liar. Kita mohon kerja samanya para orangtua," tutupnya. (*)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved