Dua Desa Bakal Ditenggelamkan untuk Proyek PLTA, Ini Penjelasan Bupati soal Progress Relokasi Warga

Begitu juga dengan semua fasilitas yang dibutuhkan masyarakat untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Dua Desa Bakal Ditenggelamkan untuk Proyek PLTA, Ini Penjelasan Bupati soal Progress Relokasi Warga
tribunkaltim.co/muhammad arfan
Bupati Bulungan, Sudjati 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR -  Bupati Bulungan Sudjati memastikan bahwa sudah tidak ada masalah seputar relokasi warga Desa Long Lejuh dan Long Long Peleban.

Dua desa tersebut akan ditenggelamkan untuk keperluan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 6.080 Mega Watt (MW) oleh PT Kayan Hydro Energy (PT KHE) di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kaltara.

Saat ini, Desa Long Lejuh dihuni 400-an jiwa, sementara Desa Long Peleban dihuni sekitar 200-an jiwa. Otomatis, ratusan warga di dua desa harus direlokasi ke lokasi baru. Beberapa waktu lalu, warga juga meminta agar lokasi relokasi harus jelas.

Begitu juga dengan semua fasilitas yang dibutuhkan masyarakat untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Dimana saat ini, di dua desa tersebut sudah terbangun puskesmas pembantu (pustu), sekolah-sekolah, dan rumah ibadah.

Untuk diketahui, PLTA di wilayah Kecamatan Peso ini diproyeksikan akan mampu menghasilkan listrik sebesar 6.080 MW melalui pembangunan 5 bendungan. Dimana 1 bendungan akan dibangun dalam waktu 6 tahun.

Sehingga total pembangunan PLTA memakan waktu hingga 30 tahun ke depan. Pembangunan PLTA ini juga tidak hanya berupa bendungan, tapi juga nantinya akan ada perkantoran, lahan penumpukan material, bengkel dan fasilitas pendukung lainnya.

Jika akhirnya PLTA dengan kapasitas 6.080 MW ini sudah terealisasi seluruhnya, maka Kaltara akan menjadi provinsi penghasil energi listrik terbesar di seluruh Indonesia, bahkan ASEAN.

"Kalau soal relokasi sudah, lokasi sudah, tinggal pelaksanaanya oleh perusahaan.

Halaman
12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved