Rabu, 8 April 2026

Evakuasi Bom Pesawat Peninggalan Perang Dilakukan Pakai Ekskavator

"Bukan bom yang baru ditaruh ya. Ini cuma peninggalan perang dulu. Istilahnya mungkin dikonfirmasi lagi ke polisi," katanya.

TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Tim gegana Brimob Polda Kaltim mengevakuasi benda diduga bom pesawat peninggalan zaman perang menggunakan ekskavator, Minggu (11/6/2017) sekitar 19.00 Wita. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Akhirnya alat peledak yang diduga bom pesawat peninggalan perang yang ditemukan di kawasan kilang minyak Pertamina berhasil dievakuasi tim Gegana Satbrimob Polda Kaltim, Minggu (11/6/2017) sekitar 19.00 Wita.

Hampir 4 jam lebih tim Gegana Satbrimob Polda Kaltim berada di lokasi penemuan Bom peninggalan zaman perang di kawasan kilang minyak Pertamina, Jalan Yos Sudarso Gunung 10, tepatnya di areal Land Preparation RDMP.

Dari keterangan yang diperoleh di lapangan, bom tersebut berukuran cukup besar sehingga tim Gegana kesulitan untuk mengevakuasi alat peledak zaman perang tersebut.

"Besar sekali, ndak bisa diangkut orang. Harus pakai crane," kata salah seorang petugas keamanan di lokasi.

Bom tersebut diperkirakan memiliki panjang 136 cm, dengan lingkar 157 cm dan berdiameter 46 cm.

Barulah sekitar pukul 19.00 Wita bom tersebut berhasil dievakuasi, dengan cara tali pengaman diikat ke tubuh alat peledak tersebut, lalu disangkutkan ke leher ekskavator.

Secara perlahan bom tersebut diangkat menggunakan ekskavator lalu dimasukkan ke dalam Dump Truk KT 8798 CW dengan pengawalan Tim Gegana. Bom itu diketahui bakal diamankan ke Gudang Paldam VI Mulawarman.

Sementara saat dikonfirmasi Area Manager Communication & Relation Pertamina Alicia Irzanova mengatakan benda yang diduga bom tersebut merupakan peninggalan perang zaman dulu.

"Bukan bom yang baru ditaruh ya. Ini cuma peninggalan perang dulu. Istilahnya mungkin dikonfirmasi lagi ke polisi," katanya.

"Yang ditemukan adalah bom lama yang diduga peninggalan zaman perang dahulu. Pertamina langsung koordinasi dengan Polres dan saat ini sudah diperiksa Sat Obvitnas," ujarnya saat dihubungi via telepon seluler. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved