Polisi Periksa Hary Tanoe, Bagaimana Nasib Saham MNC?

Pendiri MNC Group Hary Tanoesoedibjo menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Fachri Fachrudin
Pendiri MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Siber (Tipidsiber) Bareskrim Polri, Senin (12/6/2017). Ia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan pesan singkat bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Pendiri MNC Group Hary Tanoesoedibjo menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Ia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pesan singkat bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

Lalu, bagaimana dampak pemeriksaan bos MNC Group tersebut terhadap kinerja saham MNC Group?

Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee menjelaskan, secara umum pemeriksaan terhadap Hary tidak berdampak signifikan kepada saham MNC Group.

Investor, kata Hans, tidak merespon pemeriksaan itu secara berlebihan. Sehingga, kinerja saham MNC Group tidak bergerak secara berlebihan pula.

"Saya pikir tidak ada pengaruh besar kepada (kinerja saham) grup," kata Hans kepada Kompas.com, Selasa (13/6/2017).

Hans menyatakan, terlihat dari percakapan pesan singkat yang terjadi menggunakan bahasa yang umum. Sehingga, investor cenderung tidak mencemaskan pemeriksaan yang dilakukan kepolisian terhadap Hary.

"Dari SMS yang dijelaskan terlihat bahasa umum," ungkap Hans.

Kasus ini bermula ketika Yulianto mendapat pesan singkat dari orang tak dikenal pada 5 Januari 2016 lalu sekira pukul 16.30.

Adapun isi pesannya adalah, "Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan."

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved